Fleet Safety Excellence Award 2026, PELNI Dorong Budaya Keselamatan Operasi
- 21 Sep 2026 09:36 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - PT Pelayaran Nasional Indonesia PT PELNI (Persero) menyelenggarakan Fleet Safety Excellence Award 2026 di Jakarta. Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi sekaligus upaya memperkuat budaya keselamatan di seluruh armada perusahaan.
Program tersebut juga mendorong kapal dan awak kapal untuk terus meningkatkan penerapan keselamatan dalam setiap aktivitas operasional pelayaran. Fleet Safety Excellence Award merupakan program yang ditujukan bagi kapal dan awak kapal PELNI, baik kapal penumpang, kapal perintis, kapal barang, kapal ternak maupun kapal rede.
Programnya mencakup sejumlah aspek keselamatan, yang terdiri atas pelaksanaan emergency response dan safety drill, kepemimpinan keselamatan, pelaporan hazard, dan near miss. Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda mengatakan, keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari operasional PELNI sebagai perusahaan pelayaran nasional.
Karena itu, penguatan budaya keselamatan perlu dilakukan secara konsisten dan melibatkan seluruh awak kapal.
“Keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan operasional PELNI. Melalui Fleet Safety Excellence Award, kami ingin membangun kesadaran bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi menjadi komitmen bersama seluruh awak kapal untuk memastikan pelayaran berjalan aman dan andal,” kata Ditto.
Fleet Safety Excellence Award ini menyasar seluruh armada yang dioperasikan PELNI yang meliputi: 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 9 kapal barang, 1 kapal ternak, dan 17 kapal rede. Peserta tidak sekadar mencakup kapal sebagai unit operasional, tetapi juga Nakhoda, perwira, serta seluruh awak kapal yang memiliki peran dalam penerapan keselamatan, pengendalian risiko, dan kelancaran operasional kapal.
Ditto menambahkan apresiasi melalui Fleet Safety Excellence Award diharapkan dapat mendorong setiap kapal untuk terus melakukan perbaikan dan mengembangkan praktik keselamatan dalam kegiatan operasional sehari-hari.
“Yang kami harapkan bukan hanya munculnya kapal-kapal dengan kinerja keselamatan yang baik, tetapi terbentuknya kebiasaan dan budaya keselamatan yang diterapkan secara konsisten di seluruh armada. Dengan begitu, upaya pencegahan risiko dapat menjadi bagian dari setiap proses kerja di atas kapal,” tutur Ditto.
Kepala Cabang PELNI Kupang Teguh Hari Setiadi, kepada wartawan Sabtu, 19 September 2026 mengatakan, penerapan budaya keselamatan menjadi bagian penting dalam operasional PELNI di wilayah Kupang. Mengingat, Pelabuhan Kupang menjadi salah satu titik layanan dengan keberagaman jenis armada PELNI, mulai dari kapal penumpang, kapal tol laut, kapal perintis, kapal ternak, hingga kapal rede.
"Keberagaman jenis kapal yang beroperasi di Pelabuhan Kupang tentunya memiliki karakteristik operasional dan tantangan keselamatan yang berbeda," ujar Teguh. Melihat hal itu, Teguh mengungkapkan bahwa ia akan terus mendorong seluruh insan PELNI, baik awak kapal maupun petugas operasional, untuk selalu mengutamakan keselamatan, disiplin menjalankan prosedur, serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kondisi operasional.
Menurutnya, keberadaan berbagai jenis kapal tersebut juga menjadi momentum bagi PELNI Cabang Kupang untuk memperkuat koordinasi dan penerapan standar keselamatan secara konsisten di setiap lini operasional. “Bagi kami di PELNI Cabang Kupang, keselamatan bukan hanya menjadi bagian dari prosedur, tetapi harus menjadi budaya kerja," ucapnya.
Teguh menerangkan bahwa dengan penerapan standar keselamatan yang konsisten untuk seluruh jenis kapal, ia berharap operasional di Pelabuhan Kupang bisa terus berjalan dengan aman, tertib, dan andal, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dalam pelaksanaan operasi, Nakhoda menjadi pimpinan tertinggi di atas kapal. Sebab ia bertanggung jawab terhadap implementasi keselamatan pelayaran dan penerapan International Safety Management (ISM) Code. Sementara itu, perwira dan seluruh awak kapal menjalankan fungsi keselamatan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing, termasuk kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, pengendalian risiko, serta pelaporan potensi bahaya di atas kapal.
Pelaksanaan emergency response dan safety drill menjadi salah satu bagian penting dalam program tersebut. Struktur tanggap darurat di kapal melibatkan Nakhoda sebagai pimpinan, perwira dan awak kapal yang bertugas dalam pengendalian keadaan darurat, pemadaman kebakaran, pertolongan dan evakuasi, serta dukungan komunikasi dan operasional.
Pembagian peran tersebut bertujuan memastikan setiap awak memahami tugasnya dan dapat merespons kondisi darurat secara cepat dan terkoordinasi. Melalui program tersebut, PELNI mendorong peningkatan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, penerapan International Safety Management (ISM) Code, kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, serta partisipasi awak kapal dalam mengidentifikasi dan melaporkan potensi bahaya di lingkungan kerja.
Untuk mendukung keselamatan pelayaran, kapal-kapal PELNI sudah dilengkapi dengan berbagai alat keselamatan. Pada kapal penumpang tersedia 216 lifeboat dengan kapasitas 24.491 orang, 1.468 life-raft dengan kapasitas 36.700 orang, 70.671 life-jacket, 376 life-buoy, serta 25 Marine Evacuation System (MES).
Secara keseluruhan, ketersediaan lifeboat dan life-raft pada kapal penumpang mencapai kapasitas 61.191 orang. Sementara pada kapal perintis tersedia 84 lifeboat dengan kapasitas 4.438 orang, 600 life-raft dengan kapasitas 15.000 orang, 16.253 life-jacket, dan 310 life-buoy.
Ketersediaan lifeboat dan life-raft pada kapal perintis mencapai kapasitas 19.438 orang. Seluruh alat keselamatan tersebut secara berkala dilakukan pengecekan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.
Jumlah alat keselamatan tersebut telah disesuaikan dengan ketentuan keselamatan yang berlaku, termasuk pemenuhan kapasitas alat keselamatan sebesar 125 persen dari kapasitas maksimal kapal. Pemenuhan alat keselamatan juga menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan kapal menghadapi berbagai kondisi darurat selama pelayaran.
Dalam Fleet Safety Excellence Award 2026, terdapat empat kategori yang menjadi bagian dari penilaian dan apresiasi, yaitu Emergency Response dan Safety Drill Excellence, Safety Leadership Recognition, Best Hazard Reporting Excellence, serta The Best Fleet Safety Award.
PELNI terus berkomitmen menjalankan operasional pelayaran dengan mengedepankan keselamatan kapal, awak kapal, penumpang, muatan, dan lingkungan maritim. Penguatan sistem, kepatuhan terhadap prosedur, kesiapsiagaan, serta keterlibatan aktif seluruh awak kapal menjadi bagian dari upaya PELNI menghadirkan layanan transportasi laut yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Tentang PELNI
PELNI merupakan Perusahaan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa pelayaran, saat ini mengoperasikan 84 kapal yang terdiri dari 26 kapal penumpang, 30 kapal perintis, 17 kapal rede, 9 kapal tol laut, serta 1 kapal ternak yang melayani masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam mendukung operasionalnya, PELNI memiliki 43 kantor cabang yang melayani 357 pelabuhan singgah melalui 1.111 ruas pelayaran, serta didukung oleh 306 terminal point yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....