IHSG Melemah, Rupiah Tertekan di tengah Gejolak Global

  • 08 Sep 2026 12:04 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Pasar keuangan Indonesia kembali diuji pada awal pekan ini. Kombinasi erupsi Gunung Anak Krakatau dan eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif.

Pada perdagangan Senin. 7 September 2026, IHSG ditutup melemah 0,25 persen atau 16,81 poin ke level 6.619,67. Indeks sempat dibuka menguat 0,24 persen ke 6.652,09, namun tekanan jual di sesi kedua membuatnya berbalik arah. Sepanjang hari, IHSG bergerak di rentang 6.610–6.667.

Sektor keuangan menjadi pemberat utama dengan penurunan 0,76 persen, disusul barang baku dan teknologi. Sebaliknya, sektor energi dan kesehatan justru menguat. Saham-saham kesehatan, termasuk MEDS, mencatat kenaikan tajam karena meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak abu vulkanik terhadap kesehatan masyarakat.

Sementara itu, rupiah juga tidak lepas dari tekanan. Pada Senin, mata uang Garuda ditutup di kisaran Rp17.640 per dolar AS. Selasa pagi (8/9/2026), rupiah dibuka melemah tipis ke Rp17.645 per dolar AS.

Analis menilai ada dua faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar. Pertama, dari dalam negeri. Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak 4–7 September menyebabkan penutupan sementara sejumlah bandara, termasuk Soekarno-Hatta, dan menunda lebih dari 1.500 penerbangan. Sekitar 170.000 penumpang terdampak. Gangguan ini berpotensi menekan sektor transportasi, pariwisata, dan distribusi barang.

Meski demikian, sejumlah ekonom memperkirakan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional relatif terbatas. Jika gangguan berlangsung sepekan dan sebagian aktivitas bisa pulih, tekanan terhadap PDB diperkirakan hanya sekitar 0,003 poin persen.

Kedua, dari luar negeri. Eskalasi konflik Amerika Serikat–Iran di Selat Hormuz memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak dunia. Saling serangan terhadap kapal tanker membuat harga minyak mentah bergerak naik dan menambah ketidakpastian di pasar global. Data ketenagakerjaan AS yang lebih kuat dari perkiraan juga memperkuat spekulasi The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, memproyeksikan IHSG masih rentan mengalami koreksi terbatas. Support terdekat berada di 6.595–6.525, sementara resistance di 6.681–6.723.

Rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif di rentang Rp17.600–17.700 per dolar AS dalam jangka pendek. Tekanan dari harga minyak yang tinggi masih menjadi faktor pemberat, meski cadangan devisa Indonesia yang naik menjadi 146,5 miliar dolar AS per Agustus 2026 memberikan bantalan positif.

Investor disarankan tetap waspada terhadap perkembangan erupsi Anak Krakatau, data inflasi AS (PPI dan CPI) yang akan dirilis minggu ini, serta langkah Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Pasar keuangan Indonesia sedang menghadapi ujian ketahanan di tengah kombinasi risiko domestik dan global. Ke depan, kemampuan pemerintah menangani dampak bencana serta perkembangan geopolitik akan menjadi penentu arah IHSG dan rupiah. (VT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....