Implementasi Astacita: PLTS 100 GWp Diluncurkan di Gilimanuk, PLN Akselerasi EBT

  • 30 Agt 2026 17:57 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) di Gilimanuk, Bali, Selasa 25 Agustus 2025.

Peluncuran ini ditandai dengan groundbreaking 14 proyek PLTS tahap awal berkapasitas total 5.300 megawatt peak (MWp). Salah satunya PLTS Pulau Rengit di Bangka Belitung yang sudah beroperasi.

Program ini merupakan langkah pemerintah untuk mewujudkan asta cita swasembada energi melalui pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).

"Hari ini adalah hari yang penting, kita launching listrik dari tenaga surya 100 GW untuk bangsa Indonesia. Dengan Program PLTS 100 GW, kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri," kata Prabowo di lokasi.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, pengembangan PLTS 100 GWp akan dilakukan melalui 8 skenario utama. Skenario itu meliputi pensiun dini PLTU 12,48 GWp, PLTS skala besar 30,97 GWp, PLTS terapung 10,72 GWp, PLTS atap 9,35 GWp, PLTS 3T 0,50 GWp, PLTS off-grid 4,36 GWp, PLTS untuk industri 7,49 GWp, serta demand creation 24,13 GWp.

"Indonesia adalah negara yang diberikan Tuhan sumber daya yang luar biasa. Sumber daya yang bukan hanya kita gali di bawah kaki kita, tapi juga di atas kepala kita," ujar Bahlil.

Bahlil menyebut, jika dituntaskan, program ini bisa menurunkan emisi 140 juta ton CO2 per tahun. Nilai ekonomi karbonnya ditaksir Rp6,31 triliun.

Dari sisi investasi, total dana yang dibutuhkan mencapai 71,3 miliar USD atau sekitar Rp1.140 triliun. Pemerintah juga menargetkan efisiensi subsidi BBM Rp73,9 triliun per tahun.

Program ini diproyeksikan menyerap 5,5 juta tenaga kerja. Terdiri dari 3,465 juta pekerja konstruksi dan 2,053 juta pekerja manufaktur.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan, PLN siap mendukung penuh penugasan pemerintah untuk mempercepat PLTS 100 GWp.

"PLN akan all out agar pengembangan energi surya dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan secara andal, aman, dan berkelanjutan. Ini bagian dari komitmen PLN untuk mendukung swasembada energi melalui energi hijau domestik," kata Darmawan.

Bali dipilih sebagai lokasi peluncuran karena menjadi wajah Indonesia di mata dunia. PLN bersama Pemprov Bali akan membangun 5 klaster PLTS dengan total kapasitas 1.000 MWp.

Proyek ini juga akan dilengkapi Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 3.300 MWh. Sebanyak 300 MWp di antaranya akan dibangun di Klaster Gilimanuk.

Darmawan menambahkan, transisi energi diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas EBT, tetapi juga menggerakkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Listrik merupakan fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta membantu mengentaskan kemiskinan," tuturnya.

Tentang PLN

PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Melalui Transformasi 2.0, PLN menargetkan menjadi Top 500 Global Company dan pilihan nomor 1 solusi energi, dengan fokus pada digitalisasi, transisi energi menuju Net Zero Emissions, serta SDM berkelas dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....