Gubernur NTT Pastikan Penanganan Gempa Flores Berjalan Maksimal
- 15 Agt 2026 19:43 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur Melki Laka Lena bersama jajaran Forkopimda Provinsi NTT tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, Sabtu 15 Agustus 2026 siang, untuk memastikan secara langsung penanganan pascagempa bumi yang melanda wilayah Flores. Setibanya di Maumere, Gubernur bersama Ketua DPRD Provinsi NTT, Emilia J. Nomleni, Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT, Fernando Soares, Kapolda NTT, Danrem 161/Wira Sakti, Dankodaeral VII kupang, Pimpinan DPRD NTT, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka langsung melakukan pemantauan di sejumlah lokasi terdampak gempa.
“Hari ini kami dari Forkopimda Provinsi NTT, saat ini memantau penanganan bencana gempa Flores,” ujar Gubernur Melki.
Gubernur mengatakan, koordinasi penanganan dilakukan secara intensif melalui seluruh jajaran pemerintahan, TNI dan Polri hingga ke tingkat kabupaten.
“Kami terus memantau bagaimana laporan terkait dengan korban, baik itu korban jiwa, korban luka-luka, dan juga kerusakan yang terjadi. Dan kami terus meng-update perkembangan,” katanya.
Update sementara, 33 Orang Meninggal Dunia, 23 Orang Luka-Luka
Berdasarkan data sementara hingga saat peninjauan, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa mencapai 33 orang, masing-masing 3 orang di Kabupaten Sikka, 1 orang di Nagekeo, 14 orang di Manggarai, 14 orang di Manggarai Timur, dan 1 orang di Manggarai Barat. Sementara itu, sebanyak 23 orang dilaporkan mengalami luka-luka, terdiri dari 6 orang di Sikka, 13 orang di Ende, dan 4 orang di Manggarai.
Ia menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring dengan proses pencarian, evakuasi, serta pendataan yang dilakukan tim di lapangan. Selain korban jiwa dan luka-luka, gempa juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan infrastruktur di beberapa wilayah Flores.
Di Kabupaten Sikka, salah satu lokasi yang mengalami kerusakan adalah Terminal Pelabuhan Lorens Say Maumere. Kerusakan juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Ende.
Sejumlah ruas jalan yang terdampak longsoran akibat gempa juga mulai ditangani oleh pemerintah melalui Kementerian PUPR, Dinas PUPR Provinsi NTT, serta Dinas PUPR kabupaten di wilayah Flores. Pemulihan jaringan listrik dan telekomunikasi juga terus dilakukan. Sejumlah wilayah yang sebelumnya mengalami gangguan listrik mulai kembali mendapatkan pasokan listrik, sementara jaringan telekomunikasi juga secara bertahap dipulihkan.
Gubernur memastikan seluruh sumber daya pemerintah dan unsur Forkopimda akan dikerahkan untuk mempercepat pemulihan layanan dasar masyarakat.
Kebutuhan Pengungsi Menjadi Prioritas
Gubernur menegaskan, selain melakukan pencarian dan evakuasi korban, kebutuhan dasar masyarakat yang mengungsi menjadi perhatian utama pemerintah.
“Sekarang ini adalah bagaimana tim SAR itu mereka bisa membantu penanganan korban yang masih terjebak di bangunan. Kemudian memastikan bahwa makan minum dari seluruh korban yang hari ini mereka mengungsi karena memang rumahnya tidak bisa dipakai, itu harus bisa makan minum dengan baik," ujarnya.
Kebutuhan tempat tinggal sementara, terutama tenda dan selimut, juga akan dipastikan tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan. Melki Laka Lena bahkan meminta seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana untuk tidak menunggu bantuan datang apabila kebutuhan mendesak sudah tersedia di daerah.
Status Bencana Terus Dikoordinasikan dengan Pemerintah Pusat
Terkait kemungkinan penetapan status bencana nasional, Gubernur mengatakan Pemerintah Provinsi NTT akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat.
“Sekali lagi kami tentu akan membahas itu dengan pemerintah pusat. Karena penentuan bencana nasional itu ada di pemerintah pusat. Tapi sekali lagi data ini akan kami gambarkan apa adanya, nanti biarkan status itu biarkan pemerintah pusat yang memutuskan," ujarnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTT telah memproses penetapan status bencana provinsi. Sedangkan untuk status bencana nasional, keputusan sepenuhnya berada pada kewenangan pemerintah pusat.
“Kalau usulkan pasti kami bisa usulkan. Tapi sekali lagi kewenangan kami untuk ini menjadi bencana provinsi sudah kami proses, jadi ini sekarang diproses untuk menjadi bencana provinsi," ujarnya. Gubernur Melki Laka Lena juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat dijadwalkan mengirimkan jajaran terkait untuk melihat langsung kondisi di NTT dan mendukung penanganan bencana.
Kehadiran langsung Gubernur bersama Forkopimda di wilayah terdampak merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh proses penanganan berjalan cepat, terpadu, dan tepat sasaran, sekaligus memastikan masyarakat di Flores mendapatkan dukungan penuh selama masa tanggap darurat. (bs/rls/at)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....