Wabup Sumba Barat Sampaikan Marapu Identitas Asli Masyarakat Sumba

  • 29 Jul 2026 19:30 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Wakil Bupati Sumba Barat, Thimotius Tede Ragga, S.Sos, secara resmi membuka Workshop Dialog Kebudayaan Penghayat Kepercayaan Marapu Kabupaten Sumba Barat di Aula Alfa Omega, Selasa (28/7/2026). Kegiatan bertema "Umma Marapu, Belis, Kehormatan, Nilai Leluhur Orang Sumba serta Identitas Budaya" ini dihadiri Plh Sekretaris Daerah, sejumlah pimpinan OPD, para Rato, tokoh adat, pengurus Organisasi Kepercayaan Marapu, serta peserta workshop.

Workshop tersebut menjadi ruang dialog sekaligus upaya memperkuat pelestarian nilai-nilai budaya Marapu sebagai identitas asli masyarakat Sumba. Selain membahas tata cara pembelisan dan perkawinan adat penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan juga dirangkaikan dengan prosesi pernikahan adat bagi sejumlah pasangan serta pengesahan adat dan pengukuhan badan pengurus adat.

Ketua Lembaga Aliran Penganut Kepercayaan Marapu Sumba Barat, Kornelis Bili, mengatakan pengesahan adat dan pengukuhan pengurus merupakan langkah penting untuk menjaga keberlangsungan warisan leluhur. Ia menjelaskan setiap prosesi perkawinan adat Marapu memiliki tahapan yang harus dilalui sebelum diterbitkannya surat nikah, meski pelaksanaannya dapat berbeda sesuai tradisi di masing-masing wilayah.

Sementara itu, Perwakilan Direktorat Bina Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Aji Widayanto, S.Fil., mengapresiasi penyelenggaraan workshop tersebut. Menurutnya, pemerintah terus memperkuat perlindungan hak-hak penghayat kepercayaan, termasuk menetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Adat. Ia juga menilai Pulau Sumba menjadi salah satu wilayah yang masih konsisten mempertahankan nilai-nilai Kepercayaan Marapu.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Thimotius Tede Ragga menegaskan bahwa Marapu merupakan identitas asli masyarakat Sumba yang telah diwariskan sejak zaman leluhur. Menurutnya, kekayaan budaya dan kepercayaan yang dimiliki masyarakat menjadi modal penting dalam pembangunan daerah, terutama untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyelenggarakan workshop tersebut.

Wakil Bupati turut mengingatkan masyarakat agar menjaga kesakralan ritual adat, termasuk tidak mengonsumsi minuman keras saat pelaksanaannya guna menghindari konflik. Ia juga meminta tradisi pembelisan tetap mengikuti nilai-nilai adat yang diwariskan leluhur tanpa memberatkan generasi mendatang. Workshop kemudian ditutup dengan ritual pemberkatan nikah secara adat yang dipimpin Ketua Adat sebagai simbol pelestarian budaya dan penghormatan terhadap warisan leluhur masyarakat Sumba Barat. (Jl)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....