2.319 Mahasiswa GENTASKIN Batch 2 Diterjunkan Tekan Kemiskinan dan Stunting di NTT
- 10 Jul 2026 17:25 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menghadiri pelepasan 2.319 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) Batch 2 di Aula Utama Kantor Bupati Kupang, Kamis 9 Juli 2026.
Turut hadir Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Fauzan, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu Kemenko PM RI Reinhard Abdul Haris, Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki, dan Kepala LLDIKTI Wilayah XV Adrianus Amheka.
Dalam sambutannya, Melki Laka Lena menegaskan, NTT masih menghadapi tantangan pembangunan yang kompleks. Kondisi geografis, iklim, dan persoalan struktural membuat angka stunting tinggi serta kemiskinan ekstrem masih banyak di desa.
"Kampus selama ini sering dipandang sebagai menara gading. Hari ini paradigma itu harus berubah. Kampus harus hadir di tengah masyarakat dan memberi dampak nyata," ujar Melki.
Ia berharap kehadiran mahasiswa mampu mendekati persoalan pembangunan di NTT secara ilmiah berbasis data. Digitalisasi juga disebut penting untuk meningkatkan pelayanan publik, kesehatan, pendidikan, dan pengelolaan data desa.
Program Mahasiswa Berdampak merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Ditjen Dikti. Di NTT, program diimplementasikan LLDIKTI Wilayah XV melalui GENTASKIN.
Pada Batch 2 tahun 2026, 2.319 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi dan berbagai program studi diterjunkan ke 100 desa prioritas penanganan stunting dan kantong kemiskinan di 13 kabupaten. Mahasiswa berasal dari bidang kesehatan, pendidikan, pertanian, teknik, ekonomi, teknologi informasi, hukum, pemerintahan, hingga komunikasi.
Mereka ditempatkan dengan metode crossing multi factor-based dengan mempertimbangkan keseimbangan gender, keberagaman prodi, asal kampus, dan pemerataan kompetensi di setiap desa. Program ini berlangsung 9 Juli hingga 31 Agustus 2026 dengan pendampingan 100 dosen pembimbing lapangan.
Penanganan stunting tidak hanya dari sisi kesehatan. Mahasiswa juga menyasar air bersih, ketahanan pangan, produktivitas pertanian, ekonomi keluarga, hingga literasi.
Ada 10 fokus tematik yang dikerjakan: edukasi pencegahan stunting, pendampingan Posyandu, pemberdayaan UMKM, literasi keuangan, ketahanan pangan keluarga, sanitasi lingkungan, digitalisasi desa, administrasi pemerintahan desa, penguatan literasi pendidikan, dan publikasi potensi desa.
"Kami berharap GENTASKIN Batch 2 membawa perubahan signifikan di desa sasaran. Kehadiran mahasiswa harus benar-benar dirasakan manfaatnya," tutur Melki.

Wamen Diktisaintek RI Prof. Fauzan saat memberikan arahannya dalam pelepasan 2.319 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) Batch 2 di Aula Utama Kantor Bupati Kupang, Kamis 9 Juli 2026.(Foto: Aris Lake)
Wamen Diktisaintek RI Prof. Fauzan meminta mahasiswa menjadi problem solver. "Belajarlah menyelesaikan masalah, bukan menambah masalah. Jaga nama baik kampus masing-masing," ujarnya.
Fauzan juga mendorong perguruan tinggi di NTT memperkuat kolaborasi melalui konsorsium untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mempercepat pembangunan daerah.
Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki mengapresiasi ditunjuknya Kabupaten Kupang sebagai lokasi KKN. Ia berharap mahasiswa membawa ilmu sekaligus belajar dari kearifan lokal.

Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof. Adrianus Amheka saat menyampaikan laporan terkait pelaksanaan KKN Tematik Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif (GENTASKIN) Batch 2 di Aula Utama Kantor Bupati Kupang, Kamis 9 Juli 2026.(Foto: Aris Lake)
Kepala LLDIKTI Wilayah XV Prof. Adrianus Amheka melaporkan, GENTASKIN Batch 2 merupakan lanjutan Batch 1 tahun 2025 dan transformasi dari Pertukaran Mahasiswa Merdeka 2024.
Tujuan program mengintegrasikan Tri Dharma PT berbasis penyelesaian persoalan prioritas di NTT: penurunan stunting, pengurangan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi, peningkatan pendidikan, dan penguatan tata kelola desa.
Secara strategis program ini diharapkan memperkuat sinergi pentahelix antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, swasta, LSM, dan masyarakat, serta menghasilkan model pengabdian yang terukur dan berkelanjutan.
Pelaksanaan GENTASKIN Batch 2 merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi NTT, 13 bupati, Bank Indonesia, UNICEF, Dukbangga, DUDI, dan mitra strategis lainnya.
Berikut sebaran 2.319 mahasiswa di 100 desa di 13 kabupaten: Flores Timur 10 desa, Manggarai Timur 10, Ngada 5, Nagekeo 5, Sumba Timur 5, Sumba Barat 5, Sumba Barat Daya 10, Kabupaten Kupang 10, Timor Tengah Selatan 15, Timor Tengah Utara 5, Malaka 5, Belu 10, dan Alor 5.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....