Deputi Kemenko PM Pacu Pengentasan Kemiskinan Ekstrem lewat KKN GESTAKIN Batch 2
- 10 Jul 2026 17:21 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Tertentu Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, mewakili Menko PM RI melepas 2.319 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik GENTASKIN Gerakan NTT Sehat, Kuat, dan Inklusif Batch 2 di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis, 9 Juli 2026.
Hadir dalam pelepasan itu Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Dr. Fauzan,Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki,Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Adrianus Amheka, para kepala daerah se-NTT secara langsung dan daring, jajaran pejabat kementerian/lembaga, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se-NTT, serta seluruh peserta KKN.
Abdul Haris mengatakan, kegiatan ini tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Pengentasan kemiskinan ekstrem ditetapkan sebagai agenda prioritas nasional yang menuntut keterlibatan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, hingga perguruan tinggi.
“Para mahasiswa ini ditempatkan di desa untuk mengabdikan diri serta berperan penting dalam mengatasi kemiskinan, penguatan ekonomi keluarga, penguatan kelembagaan desa, dan pendampingan sosial ekonomi bagi masyarakat,” ujar Abdul Haris.
Ia menjelaskan, melalui program ini mahasiswa ditempatkan sebagai agen pemberdayaan yang bekerja langsung bersama masyarakat desa. Fokusnya pada penguatan ekonomi keluarga, peningkatan kapasitas kelembagaan desa, dan pendampingan sosial-ekonomi.
Abdul Haris juga mengapresiasi dukungan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. Ia berharap kehadiran mahasiswa di 100 desa sasaran memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, sekaligus menjadi pengalaman belajar dalam mengasah kepekaan sosial, jiwa kepemimpinan, dan kemampuan memecahkan masalah di lapangan.
“Besar harapan kami, semangat pengabdian yang dimulai hari ini akan tumbuh menjadi kontribusi nyata di 100 desa sasaran, tempat mahasiswa GENTASKIN menemukan ruang untuk berkarya, berinovasi, dan turut membangun kemandirian masyarakat Nusa Tenggara Timur,” tuturnya.
Pada Batch 2 Tahun 2026, KKN Tematik GENTASKIN diikuti 2.319 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi di Indonesia. Mereka akan ditempatkan di 100 desa sasaran yang tersebar di 13 kabupaten di NTT, yakni Alor, Belu, Flores Timur, Kabupaten Kupang, Malaka, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, dan Timor Tengah Utara.
Selama pengabdian, mahasiswa menjalankan program melalui lima klaster. Kelimanya adalah edukasi gizi dan kesehatan ibu dan anak, pemberdayaan ekonomi keluarga dan UMKM desa, peningkatan sanitasi lingkungan dan akses air bersih, literasi dan pendidikan keluarga, serta penguatan kelembagaan masyarakat dan inovasi lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....