Andalkan Air Hujan, Ribuan Hektare Persawahan Hanya Satu Kali Panen dalam Setahun
- 11 Jun 2026 09:00 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba - Persawahan di Desa Bali Ledo dan Desa Manola, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat, hingga kini masih didominasi sawah tadah hujan. Kondisi tersebut membuat sebagian besar petani hanya dapat mengandalkan curah hujan untuk mengairi lahan pertanian mereka.
Padahal, wilayah ini memiliki beberapa sumber air yang berpotensi mendukung kebutuhan irigasi, salah satunya Mata Air Tramos. Kepala Desa Bali Ledo, Lukas Lingu Kaduki, mengatakan bahwa masyarakat di Desa Bali Ledo dan Desa Manola sebagai Desa tetangga selama ini hanya dapat menggarap sawah dalam satu musim tanam setiap tahun.
Menurutnya, upaya melakukan penanaman padi pada musim kedua sering kali tidak dapat dilakukan karena debit air yang terus menurun. Ia menjelaskan, rendahnya ketersediaan air tersebut disebabkan belum adanya infrastruktur irigasi yang memadai untuk mengairi ribuan hektare areal persawahan di wilayah tersebut.
Akibatnya, potensi pertanian yang dimiliki masyarakat belum dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan produksi pangan. Lukas juga mengungkapkan bahwa pemerintah desa bersama masyarakat telah berulang kali mengusulkan pembangunan jaringan irigasi kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat.
Namun hingga saat ini, usulan tersebut belum mendapatkan tanggapan maupun bantuan yang diharapkan oleh masyarakat. Ibu Inna Salah seorang Petani warga Desa Bali Ledo yang juga pemilik lahan sawah di kawasan tersebut menyampaikan harapannya agar pemerintah dapat segera membangun infrastruktur irigasi yang mampu mengalirkan air dari hulu hingga ke hilir.
Menurutnya, keberadaan irigasi menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung aktivitas pertanian dan meningkatkan hasil panen masyarakat. "Pemerintah harus bangun irigasi karena rata rata sawah di desa sini hanya satu kali dalam setahun pengolahannya, Apalagi presiden kita dorong ini kemajuan ketahanan pangan," ucapnya.
Masyarakat meyakini bahwa pembangunan sistem irigasi yang baik akan berdampak langsung terhadap ketahanan pangan di wilayah Bali Ledo dan Manola dan Sumba Barat pada umummya. Mereka menilai persoalan pengairan masih menjadi kendala utama yang menghambat peningkatan produksi pertanian persawahan.
Karena itu, warga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius demi mendukung kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas pangan di daerah ini. (Jl)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....