Lulusan LKP Kian Dilirik Global

  • 31 Mei 2026 19:59 WIB
  •  Kupang
Poin Utama
  • Siaran Pers_Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

RRI.CO.ID,Jakarta — Lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Indonesia semakin mendapat tempat di pasar kerja internasional. Namun, keberhasilan menembus karier global tidak lagi hanya ditentukan oleh ijazah dan keterampilan teknis, melainkan juga karakter, disiplin, serta kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja multikultural.

Pesan tersebut mengemuka dalam Webinar Seri 1 LKP Mendunia bertajuk “Meniti Karier Global: Strategi dan Sukses Alumni LKP di Dunia Kerja Internasional” yang diselenggarakan Direktorat Kursus dan Pelatihan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jumat (29/5).

Webinar Seri 1 LKP Mendunia bertajuk “Meniti Karier Global: Strategi dan Sukses Alumni LKP di Dunia Kerja Internasional” yang diselenggarakan secara daring, Jumat (29/5).

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan dunia kerja internasional saat ini menuntut lebih dari sekadar kompetensi teknis. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi, disiplin, integritas, dan kesiapan menghadapi perbedaan budaya menjadi faktor penting dalam membangun karier jangka panjang.

Ia menilai banyak pekerja gagal bertahan di luar negeri bukan karena kurang kompeten, melainkan karena tidak siap menghadapi tekanan kerja, kerinduan terhadap keluarga, hingga tantangan adaptasi budaya. Karena itu, penguatan karakter dan mental tangguh harus menjadi bagian integral dalam pendidikan vokasi dan kursus.

Sementara itu, Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 12.601 LKP yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Lembaga-lembaga tersebut berkontribusi dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang kini semakin banyak terserap di sektor internasional seperti perhotelan, kapal pesiar, caregiver, terapi spa, hingga manufaktur.

Untuk memperkuat daya saing lulusan, pemerintah terus mendorong pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri global, peningkatan sertifikasi kompetensi, serta penguatan sistem pendampingan alumni melalui SIPAKU atau Sistem Informasi Penempatan Kerja dan Alumni.

Kepercayaan industri luar negeri terhadap lulusan Indonesia juga tercermin dari kisah sukses alumni LKP yang kini bekerja di berbagai negara. Salah satunya adalah Evi Nur Alifah yang berkarier sebagai Banquet Captain di Dubai. Ia mengaku keterampilan teknis yang diperoleh selama kursus menjadi bekal penting, namun kemampuan komunikasi, etika kerja, dan rasa percaya diri menjadi faktor utama yang membantunya berkembang di lingkungan kerja internasional.

Pengalaman serupa disampaikan Yusuf Aldiansah yang kini bekerja di Albania. Menurutnya, bekerja di luar negeri menuntut profesionalisme tinggi sekaligus kemampuan menghargai perbedaan budaya, sehingga lulusan Indonesia harus terus meningkatkan kualitas diri agar mampu bersaing secara global.

Dukungan juga datang dari dunia industri internasional. Perwakilan Hotel Human Resources Corporate Albania, Igli Tavlinezh, menilai tenaga kerja Indonesia memiliki reputasi positif karena dikenal cepat belajar, disiplin, dan mampu bekerja dalam tim lintas budaya.

Melalui program LKP Mendunia, Kemendikdasmen berharap semakin banyak lulusan kursus Indonesia yang mampu mengisi peluang kerja global sekaligus membawa citra positif bangsa di berbagai negara. Penguatan kolaborasi antara lembaga kursus dan industri internasional pun menjadi strategi utama untuk menciptakan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dunia. (As)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....