PLN Pusat dan UIW NTT Pastikan Pekerja Kembali ke Keluarga Selamat
- 29 Mei 2026 09:50 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Bagi PT PLN (Persero), keselamatan kerja bukan sekadar pemenuhan dokumen di atas kertas, melainkan sebuah komitmen suci untuk melindungi setiap nyawa manusia. Menjelang perayaan Idul Adha 1447 H serta dalam upaya mewujudkan lingkungan kerja yang sepenuhnya aman, PLN Pusat bersama PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar agenda "Optimalisasi dan Pendampingan Implementasi Contractor Safety Management System (CSMS) Full Cycle".
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari Selasa-Rabu, 19-20 Mei 2026 di Ruang Flobamora, Kantor PLN UIW NTT, Kota Kupang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya keselamatan kerja kolektif, baik bagi internal PLN maupun seluruh mitra kerja (vendor dan kontraktor).
Agenda pendampingan ini dipimpin langsung oleh jajaran pakar Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Lingkungan (K3L) PLN Pusat, yakni Leiden Brix Hutapea (Vice President Strategi & Tata Kelola K3L), Fika Apririani Marinda (Manager Sistem & Tata Kelola K3L), serta Nalendra dari Tim K3L PLN Pusat.
Dalam arahannya Vice President Strategi & Tata Kelola Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3L) PLN Pusat, Leiden Brix Hutapea menegaskan bahwa masa transisi kepatuhan administratif aturan terbaru SPLN U1.006: 2025 telah berakhir. Guna melindungi jiwa para pekerja di lapangan, sanksi tegas tanpa kompromi akan diberlakukan.
Jika terjadi kecelakaan kerja fatal (fatality), Sertifikat CSMS mitra kerja akan dicabut selama 1 tahun, dan pencabutan selama 6 bulan untuk kecelakaan kerja yang mengakibatkan luka berat. General Manager PLN UIW NTT, F. Eko Sulistyono, yang memimpin langsung jalannya acara menyatakan komitmen penuhnya untuk mendorong implementasi 100% CSMS Full Cycle pada seluruh kontrak di lingkungan UIW NTT.
Ia juga menginstruksikan kepada seluruh manajemen lini untuk mengawal ketat enam tahapan CSMS, mulai dari tahap Risk Assessment hingga Final Evaluation. Sebab, hal tersebut bukan sekadar mempertahankan capaian Zero Accident yang telah diraih UIW NTT hingga April 2026, tetapi juga tanggung jawab dalam memastikan seluruh pekerja kembali ke keluarga dengan selamat.
| Baca juga: NTT Siap Dukung Data Sosial Nasional Akurat |
Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid (luring dan daring) ini diikuti oleh seluruh level manajemen internal mulai dari Senior Manager, Manager Unit Pelaksana, Manager Sub Bidang, Assistant Manager, Pengawas Pekerjaan, hingga Pejabat Pengadaan. Tak kalah penting, pimpinan dari 37 Mitra Kerja di lingkungan PLN UIW NTT juga hadir secara langsung untuk menyatukan visi.
Lebih dari sekadar kepatuhan regulasi, acara ini juga menjadi tonggak sejarah peluncuran budaya keselamatan lokal yang khas, yaitu "SASANDO NTT" (Safety Selalu, Disiplin dan Tanpa Kompromi). Terinspirasi dari alat musik tradisional NTT yang harmonis, budaya "SASANDO" ini menekankan nilai disiplin tinggi pada standar keselamatan, kepekaan terhadap potensi bahaya, serta pemberian hak penuh untuk menghentikan pekerjaan (Stop Work Authority) jika ditemukan kondisi yang tidak aman di lapangan.
Sebagai puncak acara, Manajemen PLN Pusat, General Manager PLN UIW NTT, dan seluruh Pimpinan Mitra Kerja menandatangani "Komitmen Bersama Implementasi Contractor Safety Management System (CSMS) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur".
Penandatanganan ini menjadi simbol tanggung jawab moral dan profesionalitas bersama demi mewujudkan visi HSSE PLN: Zero Harm, Zero Loss karena di PLN, tidak ada yang lebih berharga daripada jiwa manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....