Mikroplastik di Udara Jakarta Ancam Pernapasan Warga
- 25 Okt 2025 13:32 WIB
- Kupang
KBRN, Sumba : Penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap temuan mengejutkan: mikroplastik kini ditemukan dalam air hujan di pesisir Jakarta. Namun para ahli menegaskan, ancaman terbesar bukan berasal dari air hujannya, melainkan dari partikel mikroplastik di udara yang bisa terhirup manusia. Partikel ini berasal dari berbagai sumber, seperti serat pakaian berbahan poliester, debu jalanan, hingga serpihan ban kendaraan yang aus.
Selama penelitian yang berlangsung sepanjang 2022, BRIN mencatat terdapat rata-rata 15 partikel mikroplastik per meter persegi setiap harinya. “Bayangkan rumah seluas 1.000 meter persegi, bisa terdapat sekitar 15.000 partikel mikroplastik jatuh ke dalamnya setiap hari,” ungkap peneliti BRIN, Muhamad Reza Cordova. Mikroplastik yang ditemukan kebanyakan berbentuk serat halus dari bahan sintetis seperti poliester, nilon, serta unsur dari ban kendaraan seperti polybutadiene.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari 5 milimeter dan dapat ditemukan di udara, tanah, maupun air. Reza menjelaskan, mikroplastik bisa melayang di udara dan terbawa turun bersama air hujan, seperti debu yang ikut terbawa rintik air. Walau air hujan berfungsi membersihkan udara, partikel-partikel mikroplastik itu tetap menjadi pencemar fisik yang berpotensi terhirup manusia sebelum turun ke permukaan.
Dokter spesialis paru, Wiwin Is Efendi, mengingatkan bahwa paparan mikroplastik di udara bisa menimbulkan gangguan pernapasan, mulai dari batuk, sesak napas, hingga penyakit paru kronis dan bahkan kanker paru jika terjadi terus-menerus. “Partikel mikroplastik dapat bergabung dengan polutan udara seperti PM2.5, yang sangat berbahaya bagi paru-paru,” ujarnya. Risiko paparan mikroplastik juga lebih tinggi bagi penderita asma, lansia, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta.
Para ahli menyarankan masyarakat untuk lebih waspada terhadap kualitas udara, terutama di kawasan perkotaan padat seperti Jakarta. Penggunaan masker ketika beraktivitas di luar ruangan serta menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat dapat membantu meminimalkan risiko paparan mikroplastik. Selain itu, upaya mengurangi penggunaan bahan plastik sintetis dan mengelola limbah plastik secara bijak menjadi langkah penting untuk menjaga kebersihan udara yang kita hirup setiap hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....