Sekolah di Rote Ndao Harap MBG Segera Normal

  • 30 Jan 2026 18:07 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Rote-UPTD SD Inpres Tuabolok di Kabupaten Rote Ndao masih menunggu kelanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut terhenti akibat kendala distribusi logistik.

Kepala Sekolah, Selviana Adu, S.Pd., mengatakan cuaca buruk menjadi penyebab utama. Bahan pangan belum dapat masuk ke Pulau Rote.

“Distribusi terhambat karena cuaca laut,” ujar Selviana kepada RRI. Informasi tersebut disampaikan pihak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Metina.

Terhentinya MBG berdampak pada kebiasaan siswa di sekolah. Anak-anak mulai mempertanyakan keberadaan makanan bergizi tersebut.

“Kami jelaskan kondisi cuaca kepada anak-anak,” katanya. Guru berupaya menenangkan siswa.

Sebanyak 86 siswa di SD Inpres Tuabolok terdaftar sebagai penerima MBG. Seluruh siswa merasakan manfaat program tersebut sebelumnya.

Menurut Selviana, mayoritas siswa berasal dari keluarga petani. Keterbatasan uang jajan membuat MBG sangat membantu.

“Untuk kami, MBG sangat dibutuhkan,” ujarnya. Program ini membantu memenuhi gizi harian siswa.

Ia menilai MBG berdampak pada peningkatan konsentrasi belajar. Siswa tidak lagi belajar dalam kondisi lapar.

Selviana juga mengapresiasi kualitas menu yang disediakan SPPG. Menu dinilai sehat dan sesuai kebutuhan anak sekolah.

“Anak-anak senang dengan menunya,” katanya. MBG juga membantu siswa yang tidak sarapan di rumah.

Pihak sekolah berharap pemerintah segera mengatasi kendala distribusi. Keberlanjutan MBG dinilai penting bagi masa depan anak-anak. (Radja)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....