MBG Terhenti, Siswa SD Inpres Tuabolok Menunggu
- 30 Jan 2026 17:47 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Rote-UPTD SD Inpres Tuabolok, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi NTT menjadi penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Metina Lobalain Satu. Namun, distribusi MBG hingga kini terhenti akibat kendala pasokan logistik.
Kepala UPTD SD Inpres Tuabolok, Selviana Adu, S.Pd., menyebut cuaca buruk menghambat masuknya bahan pangan dari luar Rote. Informasi tersebut disampaikan langsung pihak SPPG kepada sekolah.
“Logistik belum masuk karena cuaca buruk di laut,” ujar Selviana kepada RRI, Jumat, 30 Januari 2026. Kondisi ini berdampak pada keberlanjutan MBG di sekolahnya.
Menurut Selviana, para siswa mulai mempertanyakan keberadaan MBG yang sebelumnya rutin diterima. Pihak sekolah berupaya menjelaskan situasi cuaca kepada para siswa.
“Anak-anak bertanya kenapa makanan belum ada lagi,” katanya. Guru menjelaskan keterlambatan terjadi karena distribusi terhambat cuaca.

Kepala UPTD SDI Tuabolok, Selviana Adu, S.Pd
Jumlah siswa SD Inpres Tuabolok mencapai 86 orang dan seluruhnya penerima manfaat MBG. Mayoritas siswa berasal dari keluarga petani dengan keterbatasan uang jajan.
“Bagi kami MBG sangat membantu kebutuhan anak-anak,” ujarnya. Program ini dinilai meringankan beban keluarga siswa.
Ia menambahkan, MBG membuat siswa lebih fokus belajar di kelas. Anak-anak tidak lagi mengikuti pelajaran dalam kondisi lapar.
Selain itu, kualitas menu MBG juga mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Menu dinilai bergizi dan disukai para siswa.
“Menu dari SPPG sangat baik dan anak-anak senang,” kata Selviana. MBG membantu siswa yang tidak sempat sarapan di rumah.
Pihak sekolah berharap distribusi MBG segera kembali normal. Program ini dinilai penting bagi kesehatan dan pendidikan anak-anak Rote Ndao. (Radja)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....