Dapur MBG Metina Hentikan Sementara Layanan ke Sekolah-Sekolah
- 29 Jan 2026 12:04 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Rote -Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Metina, Kecamatan Lobalain, berhenti beroperasi sejak 15 Januari 2026 hingga saat ini. Penghentian layanan berdampak pada sembilan sekolah penerima manfaat di Kabupaten Rote Ndao.
Sekolah terdampak meliputi SDI Tuabolok, SDI Mokdale, SDN 1 hingga 3 Ba’a, dan SMPN 1 sampai 3 Ba’a. Selain itu, SMA Kristen Siloam Metina juga tidak menerima distribusi MBG.
Penghentian operasional diduga akibat persoalan internal antara Asisten Lapangan MBG dan Kepala SPPG Metina. Hingga kini, belum ada kejelasan penyelesaian dari Kepala SPPG, Permaisuri Ikbal Abidin.

Ali Kiah Pekerja di Dapur MBG SPPG Metina
Kondisi tersebut berdampak pada seluruh pekerja dapur MBG yang kehilangan penghasilan. Ribuan siswa penerima manfaat juga kehilangan akses makanan bergizi gratis.
Salah satu karyawan divisi distribusi, Ali Kiah, berharap persoalan segera diselesaikan. Ia menilai ketidakpastian ini sangat merugikan pekerja.
“Dapur MBG berhenti sejak 15 Januari dan belum juga berjalan,” ujar Ali kepada RRI. Ia menyebut karyawan merasa diterlantarkan tanpa kejelasan.
Ali menegaskan para karyawan tidak memiliki persoalan dengan BGN maupun yayasan SPPG. “Kami sudah bertanya ke kepala SPPG, tetapi tidak ada respons,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan karyawan divisi masak, Johana Giri. Ia mengaku sangat membutuhkan pekerjaan tersebut untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Kepala UPTD SDI Tuabolok, Selviana Adu, S.Pd
Sementara itu, Kepala UPTD SDI Tuabolok, Selviana Adu, S.Pd., menyayangkan terhentinya distribusi MBG. Menurutnya, 86 siswanya sangat membutuhkan asupan gizi tambahan.
“Sebagian besar siswa kami berasal dari keluarga petani dengan uang jajan terbatas,” ujar Selviana, Kamis, 29 Januari 2026. Ia berharap dapur MBG segera beroperasi kembali. (Radja)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....