Tak Banyak yang Tahu, Lima Makanan Indonesia Ini ternyata Dipengaruhi Budaya Asing

  • 28 Sep 2026 18:21 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan kuliner yang sangat beragam. Setiap daerah memiliki makanan khas dengan cita rasa, bahan, dan cara pengolahan yang berbeda.

Namun, di balik sejumlah makanan yang kini dianggap sebagai bagian dari kuliner Indonesia, ternyata terdapat pengaruh budaya dari berbagai negara yang datang dan berinteraksi dengan masyarakat Nusantara selama berabad-abad. Pengaruh tersebut muncul melalui perdagangan, migrasi, hubungan antarkerajaan, hingga kedatangan bangsa asing ke Nusantara.

Dilansir dari laman beautynesia.id, resep dan teknik memasak kemudian beradaptasi dengan bahan serta selera masyarakat setempat, sehingga melahirkan hidangan yang memiliki karakter khas Indonesia. Berikut lima makanan yang memiliki jejak pengaruh budaya asing:

  1. Bakso
    Bakso sering dikaitkan dengan pengaruh kuliner Tionghoa. Tradisi membuat makanan berbahan daging yang dibentuk menjadi bola telah lama dikenal dalam kuliner Tionghoa. Di Indonesia, bakso kemudian berkembang dengan berbagai variasi dan menjadi makanan populer di berbagai daerah.
  2. Siomay
    Siomay memiliki hubungan dengan kuliner Tionghoa dan dikenal luas sebagai salah satu jenis dim sum. Setelah berkembang di Indonesia, siomay mengalami penyesuaian, termasuk penggunaan ikan sebagai bahan utama serta penyajian dengan bumbu kacang, kecap, dan sambal.
  3. Martabak
    Martabak merupakan contoh kuliner yang mengalami proses adaptasi di Indonesia. Martabak telur memiliki keterkaitan dengan kuliner Timur Tengah dan Asia Selatan, sementara martabak manis berkembang menjadi jajanan khas dengan berbagai pilihan isian seperti cokelat, keju, kacang, dan susu.
  4. Kari
    Hidangan kari di Indonesia mendapat pengaruh kuat dari tradisi kuliner India dan kawasan Asia Selatan. Seiring waktu, masyarakat Nusantara mengembangkan berbagai versi kari dengan menggunakan rempah-rempah lokal, santan, serta bahan yang tersedia di masing-masing daerah.
  5. Semur
    Semur memiliki jejak pengaruh kuliner Belanda, khususnya dalam tradisi memasak daging dengan teknik braising atau merebus dalam kuah berbumbu. Di Indonesia, hidangan tersebut berkembang dengan penggunaan kecap manis dan rempah-rempah lokal sehingga menghasilkan cita rasa yang khas.

Kehadiran pengaruh budaya asing tidak mengurangi identitas kuliner Indonesia. Sebaliknya, proses percampuran budaya menunjukkan bagaimana masyarakat Nusantara mampu mengadaptasi berbagai pengaruh dan mengolahnya menjadi bagian dari tradisi kuliner sendiri.

Karena itu, makanan Indonesia tidak hanya berbicara tentang rasa, tetapi juga menyimpan sejarah panjang interaksi budaya. (Daten)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....