Fakta Sebenarnya Perkedel, Bukan Persatuan Kentang dan Telur
- 28 Mar 2026 15:11 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Perkedel menjadi salah satu makanan rumahan favorit masyarakat Indonesia. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang lembut membuat hidangan ini kerap hadir sebagai pelengkap dalam berbagai sajian, mulai dari soto hingga nasi kuning. Namun, di balik popularitasnya, muncul satu anggapan unik yang cukup sering beredar di masyarakat: perkedel disebut sebagai singkatan dari “persatuan kentang dan telur”.
Anggapan tersebut terdengar menarik dan mudah diingat. Sayangnya, informasi itu tidak benar.
Secara historis, kata perkedel bukanlah singkatan. Istilah ini berasal dari bahasa Belanda, yaitu “frikadel” atau “frikadeller”, makanan berbahan dasar daging cincang yang dibentuk bulat atau pipih, kemudian digoreng. Hidangan ini dibawa ke Nusantara pada masa kolonial oleh bangsa Belanda.
Seiring waktu, terjadi proses adaptasi baik dari segi bahan maupun pelafalan. Kata “frikadel” berubah menjadi “perkedel” mengikuti lidah masyarakat lokal. Tidak hanya itu, bahan dasar yang awalnya berupa daging juga mengalami penyesuaian. Di Indonesia, kentang menjadi bahan utama karena lebih mudah diperoleh dan lebih ekonomis, sementara telur digunakan sebagai campuran atau pelapis saat proses penggorengan.
Dari sinilah kemudian muncul istilah plesetan “persatuan kentang dan telur”. Meski terdengar masuk akal, istilah tersebut hanyalah bentuk humor dan kreativitas masyarakat, bukan fakta linguistik atau sejarah kuliner.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana masyarakat sering kali menciptakan makna baru yang bersifat populer, meskipun tidak sesuai dengan asal-usul sebenarnya. Dalam banyak kasus, informasi seperti ini dapat menyebar luas dan dianggap benar tanpa adanya penelusuran lebih lanjut.
Memahami sejarah makanan seperti perkedel tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memperlihatkan adanya akulturasi budaya yang kuat dalam kuliner Indonesia. Dari hidangan khas Eropa, perkedel telah bertransformasi menjadi makanan lokal yang sederhana, merakyat, dan tetap digemari hingga kini.
Kesimpulannya, perkedel bukanlah singkatan dari “persatuan kentang dan telur”, melainkan hasil adaptasi dari kata “frikadel” yang dibawa oleh bangsa Belanda. Sementara istilah singkatan tersebut hanyalah mitos yang berkembang di tengah masyarakat. (TP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....