Blue Matcha, Si Biru Cantik dari Kembang Telang

  • 14 Jan 2026 20:59 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang : Jagat media sosial seperti Instagram dan TikTok kini tengah 'dihiasi' oleh tren blue matcha. Meski namanya serupa, bubuk biru estetik ini sejatinya bukan berasal dari tanaman teh hijau biasa, melainkan dari ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea).

Mengutip data dari Healthline, ramuan yang lama dikenal dalam tradisi kesehatan Asia Tenggara ini mendadak naik daun sebagai minuman gaya hidup. Bukan sekadar cantik saat difoto, popularitasnya meroket berkat perpaduan visual yang memukau dan berbagai klaim manfaat kesehatan yang ditawarkannya.

Keunikan blue matcha terletak pada konsentrasi antosianinnya, sebuah pigmen alami yang memiliki khasiat kesehatan serupa dengan buah-buahan berwarna gelap. Merujuk pada literatur WebMD, kandungan ini krusial dalam memproteksi tubuh dari radikal bebas serta berpotensi meningkatkan fungsi kognitif dan kesehatan penglihatan.

Di sisi lain, blue matcha menawarkan pengalaman visual yang dinamis; penambahan bahan asam seperti lemon dapat memicu perubahan warna menjadi ungu cantik. Fleksibilitas warna inilah yang memposisikan blue matcha sebagai tren minuman yang tak hanya fungsional bagi tubuh, tetapi juga sangat fotogenik.

Mengapa blue matcha begitu digilai? Jawabannya terletak pada rasanya yang floral dan manis yang samar, membuatnya sangat mudah dipadukan ke dalam berbagai menu kreatif. Dari adonan kue yang unik hingga minuman dingin yang segar, fleksibilitas ini menjadi magnet bagi para pecinta kuliner.

Namun, nilai tambahnya bukan hanya di lidah; menurut data Medical News Today, minuman ini 100% bebas kafein. Ini adalah pilihan ideal bagi Anda yang ingin mengurangi asupan stimulan namun tetap mendambakan estetika minuman yang memukau.

Kini, menikmati minuman cantik di malam hari bukan lagi masalah. Walaupun saat ini sedang menjadi primadona di dunia kuliner dan dunia maya, penting untuk dicatat bahwa blue matcha bukanlah pengganti matcha hijau dari aspek nutrisi.

Studi yang dipublikasikan oleh Journal of Natural Products menekankan bahwa bunga telang membawa jenis antioksidan yang berbeda dari teh hijau konvensional. Atas dasar tersebut, prinsip moderasi dalam konsumsi sangat dianjurkan.

Selain itu, kewaspadaan ekstra diperlukan bagi ibu hamil dan pasien yang sedang menjalani terapi pengobatan tertentu. Dimana konsultasi medis tetap menjadi prioritas utama untuk memastikan keamanan konsumsi di tengah tren yang ada. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....