Mengenal Sajian Primadona Nasi Aromatik Timur Tengah

  • 08 Okt 2025 14:29 WIB
  •  Kupang

KBRN,Kupang: Kuliner Timur Tengah tengah naik daun di Indonesia, dikenal karena kekayaan rasa dan penggunaan rempah-rempah yang istimewa. Sementara beberapa hidangan seperti kebab, samosa, dan shawarma sudah akrab, perhatian khusus saat ini diarahkan pada hidangan utama berbasis nasi.

Inilah yang menjadi primadona, meliputi varian populer seperti nasi biryani, mandhi, kebuli, dan kabsah. Meskipun sekilas terlihat serupa, nasi biryani, mandhi, kebuli dan kabsah memiliki perbedaan mendasar yang seringkali membingungkan banyak orang.

Untuk memastikan masyarakat tidak salah pilih, penting untuk memahami ciri khas masing-masing nasi aromatik khas Timur Tengah ini. Nasi Biryani diperkirakan berasal dari Iran dengan nama yang berasal dari kata Persia "birinj biriyani" ('nasi goreng').

Meskipun beberapa pihak mengklaimnya berasal dari India Utara atau Pakistan. Biryani mudah dikenali dari rasa gurih berempah yang kuat, dibuat dengan beras basmati, rempah, kaldu dan terkadang yoghurt.

Keunikan biryani adalah warna kuningnya yang khas dan dominasi aroma ketumbar. Sementara itu, Nasi Mandhi memiliki asal dari Yaman (Hadramaut) dan dikenal luas di Jazirah Arab.

Nama mandhi sendiri berasal dari kata Arab "nada" (embun), yang mendeskripsikan tekstur dagingnya yang lembut dan lembap. Untuk Nasi Mandhi, hidangan ini juga memakai beras basmati bersama rempah seperti kapulaga, ketumbar, dan kunyit.

Selain daging ayam, daging domba sering digunakan. Pembedanya adalah proses pengasapan daging yang dilakukan dalam oven tanah (Taboon), yang memberikan aroma khas pada nasi.

Mandhi disempurnakan dengan topping seperti kismis, pinus, dan kacang tanah. Beralih ke Nasi Kabsah dari Arab Saudi, hidangan ini cocok bagi yang mencari rasa rempah yang tidak terlalu intens.

Namanya diambil dari kata Arab "kbs" (tekan), menggambarkan teknik memasak semua bahan dalam satu panci. Kabsah menggunakan rempah yang lebih lembut seperti loomi (jeruk nipis hitam) dan kayu manis dan sering ditambahkan kismis dan aprikot kering.

Meskipun variasinya berkembang di berbagai wilayah, Kabsah mempertahankan ciri utamanya sebagai paduan nasi, daging dan rempah aromatik, dan sering disantap dengan salad. Terakhir, ada Nasi Kebuli, yang sangat populer di Indonesia.

Meskipun berasal dari Afghanistan (yang termasuk dalam definisi Timur Tengah Raya), hidangan ini dibawa oleh pedagang Timur Tengah. Nasi Kebuli dimasak dengan kaldu dan susu kambing, minyak samin, mentega dan rempah.

Di Afghanistan, nasi kebuli disebut kabuli palaw (hidangan berbumbu). Di Indonesia, nasi Kebuli yang disajikan di atas loyang besar dengan potongan daging kambing dan kismis ini erat kaitannya dengan acara keagamaan, terutama di kalangan masyarakat Betawi. (AK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....