Kolaborasi Kelompok Usaha Bank Beri Berdampak Pertumbuhan Ekonomi

  • 21 Mei 2026 15:41 WIB
  •  Kupang

RRI.DO.ID, Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menilai kolaborasi antardaerah melalui Kelompok Usaha Bank (KUB) akan memberikan dampak lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi regional, khususnya dalam memperkuat akses pembiayaan sektor produktif di Provinsi Nusa Tenggara Timur. “Kerja sama antara Bank NTT dan Bank Jatim harus mampu menghadirkan manfaat konkret bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM, sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan sektor produktif lainnya yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” kata Emanuel Melkiades Laka Lena, Rabu 20 Mei 2026.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menambahkan, penguatan sinergi antarbank pembangunan daerah juga menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem keuangan daerah yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Kami berharap forum seperti ini menjadi ruang konsolidasi untuk membangun perbankan daerah yang semakin modern, profesional, dan mampu bersaing di tingkat nasional,” ucap.

Sejak penandatanganan Shareholder Agreement pada akhir 2024, hubungan kedua bank terus diperkuat melalui berbagai kerja sama bisnis dan operasional. Bank Jatim bahkan telah merealisasikan penyertaan modal kepada Bank NTT sebagai bagian dari pembentukan struktur KUB dan penguatan permodalan bank daerah.

Dalam rapat kerja tahunan tersebut, pembahasan difokuskan pada sejumlah agenda strategis, mulai dari tata kelola perusahaan, audit internal, laporan konsolidasi keuangan, penguatan treasury, teknologi informasi, human capital, hingga penyelarasan strategi bisnis antaranggota KUB. Pemerintah Provinsi NTT memandang keterlibatan aktif dalam forum ini sebagai bagian dari komitmen memperkuat sektor jasa keuangan daerah agar mampu menopang pembangunan ekonomi secara lebih inklusif dan berkelanjutan.

Sinergi antardaerah melalui KUB juga diharapkan mampu mempercepat transformasi BPD agar lebih kompetitif di tengah ekspansi layanan keuangan digital dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan pembangunan daerah.(humas/anna)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....