Perubahan Warna dan Bentuk Kuku Indikasikan Kesehatan Seseorang

  • 11 Agt 2024 18:14 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Jari dan kuku merupakan bagian tubuh manusia yang merupakan perpanjangan dari kulit. Organ tubuh ini terbentuk dari keratin, suatu bahan keras yang tumbuh searah dengan ujung jari dan kemudian menjadi pelat dan keras.

Sciencealert mengungkapkan bahwa sangatlah penting mengawasi perubahan pada tampilan dan tekstur dari kuku. Perubahan ini dapat memberikan petunjuk penting tentang kesehatan seseorang.

Jari dan kuku yang sehat harus memiliki sedikit lengkungan cembung tanpa ada lekukan atau cekungan di dalamnya. Sebaliknya jika terdapat koilonychia atau kondisi dimana kuku berbentuk cekung, atau dalam beberapa kasus, membentuk cekungan sentral yang cukup dalam, menandakan kuku terlihat lebih tipis dan lebih mudah rapuh.

Adapun koilonychia menjadi tanda anemia, atau tidak ada cukup sirkulasi sel darah merah untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh. Hal ini dikaitkan dengan kekurangan zat besi, yang bisa disebabkan karena gizi buruk, penyakit celiac ataupun kanker saluran cerna.

Umumnya, bantalan kuku atau kulit di bawah kuku harus terlihat berwarna merah muda dengan perfusi yakni aliran cairan atau darah ke sel dan jaringan berjalan baik. Perubahan warna pada bagian dasar kuku atau seluruh kuku dapat terjadi akibat penyakit ataupun infeksi.

Jika kuku terlihat kuning, menjadi indikasi infeksi jamur atau perubahan akibat kondisi kulit seperti psoriasis. Ada juga leukonychia, artinya perubahan warna putih pada kuku yang bisa terjadi dalam beberapa bentuk.

Tanda putih ini bisa pertanda keracunan logam berat akibat timbal atau arsenik, namun jika tanda putih ini meluas ke seluruh kuku dan terjadi hampir pada semua jari kuku, kemungkinan besar masalahnya adalah kekurangan protein dalam sirkulasi yang mengindikasikan penyakit hati atau ginjal.

Namun tanda putih kecil juga dapat muncul di kuku, yang menunjukkan suatu bentuk kerusakan traumatis, seperti jari kaki yang tersandung atau menjatuhkan sesuatu yang berat sampai jari yang tertutup pintu. Bahkan kebiasaan menggigit kuku dan melakukan perawatan kuku secara berlebihan juga dapat menyebabkan kerusakan pada kuku.

Selama keadaan darurat, dokter dapat memeriksa kuku untuk mengetahui saturasi oksigen darah. Indikasi lain mengenai seberapa baik fungsi sirkulasi darah adalah menggunakan tes waktu pengisian kapiler (CRT).

Jika melihat perubahan warna atau perubahan bentuk kuku, Anda dapat segera memeriksakannya ke dokter. Hal ini untuk memudahkan dokter mendiagnosis dengan tepat, mulai dari kasus yang ringan hingga serius. (JR)


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....