Kasus HIV/AIDS di NTT Capai 10.209, Kota Kupang Tertinggi
- 06 Okt 2026 20:37 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Jumlah kasus HIV/AIDS di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 10.209 kasus hingga Juni 2026. Kota Kupang menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 3.001 kasus, disusul Kabupaten Belu, Sikka, Sumba Barat Daya, dan Manggarai. Data tersebut juga menunjukkan bahwa kasus HIV/AIDS ditemukan pada kelompok usia produktif, termasuk kalangan remaja SMA.
Berdasarkan data kasus HIV/AIDS di NTT hingga Juni 2026, Kabupaten Belu menempati urutan kedua dengan 868 kasus, diikuti Kabupaten Sikka sebanyak 728 kasus.
“Urutan keempat ada Sumba Barat Daya, 655 kasus. Dan urutan kelima Manggarai, 542. Ini lima wilayah yang masuk dalam lima besar kasus yang cukup tinggi,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi NTT, Dokter Yovita Anike Mitak.
Dokter Nike menjelaskan dari sisi kelompok usia, kasus HIV/AIDS paling banyak ditemukan pada rentang usia 31–49 tahun, dengan proporsi mencapai 40 persen dari total kasus. Kelompok usia 19–25 tahun berada di urutan berikutnya dengan 26 persen, disusul kelompok usia 26–30 tahun sebesar 20 persen.
“Yang kalau saya pilah, itu tertinggi pada usia 31 sampai 49 tahun, itu ada 40 persen dari 10.000 lebih kasus tadi. Kemudian diikuti usia 19 sampai 25 tahun, itu ada 26 persen,” ucapnya saat dialog di RRI Kupang, Senin, 5 Oktober 2026.
Perhatian juga perlu diberikan kepada kelompok usia remaja. Berdasarkan data yang sama, sekitar tiga persen kasus HIV/AIDS tercatat pada kelompok usia 16–18 tahun atau usia sekolah menengah atas (SMA).
Temuan ini menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi, pemahaman mengenai penularan HIV, serta akses terhadap informasi dan layanan kesehatan yang tepat bagi remaja.
“Pada usia SMA, itu sekitar 16 sampai 18 tahun, itu juga sudah cukup tinggi kasusnya. Ini di tahun 2026 ini ada tiga persen kasus itu terpapar pada usia-usia SMA,” kata dokter Nike.
Sementara itu, tiga kabupaten dengan jumlah kasus HIV/AIDS di bawah 100 kasus adalah Sumba Tengah sebanyak 71 kasus, Sabu Raijua 84 kasus, dan Rote Ndao 95 kasus. Data ini menggambarkan perbedaan jumlah kasus antardaerah di NTT sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi upaya pencegahan, deteksi dini, edukasi masyarakat, dan penguatan layanan kesehatan bagi seluruh kelompok usia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....