Skrining Kesehatan di Rutan SoE, Ada Peserta Terduga Sifilis dan Hepatitis

  • 03 Okt 2026 18:15 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB SoE bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dan Puskesmas Kota SoE melaksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining Tuberkulosis (TBC), Rabu, 30 September 2026. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan tiga (3) peserta terduga sifilis dan delapan (8) peserta terduga Hepatitis yang selanjutnya akan menjalani pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.

Kegiatan yang berlangsung di Emper Gereja Musafir Rutan SoE tersebut diikuti oleh 220 peserta, terdiri dari 60 petugas dan 160 Warga Binaan. Sebanyak 35 tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, Puskesmas Kota SoE, dan Rutan SoE turut terlibat dalam pelaksanaan pemeriksaan.

Kepala Rutan Kelas IIB SoE, Muhamad Nurzaman, menyampaikan bahwa kegiatan skrining kesehatan merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap berbagai masalah kesehatan di lingkungan Rutan. “Melalui kegiatan CKG dan skrining TBC ini, kita ingin memastikan kondisi kesehatan petugas dan Warga Binaan dapat diketahui sejak dini. Kami berterima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten TTS dan Puskesmas Kota SoE yang telah mendukung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan di Rutan SoE,” ujar Nurzaman.

Dalam pemeriksaan tersebut, peserta menjalani sejumlah tahapan pemeriksaan kesehatan, mulai dari asesmen skrining awal, pemeriksaan tanda-tanda vital, riwayat kesehatan, pengukuran tinggi dan berat badan, tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga asam urat. Untuk mendukung skrining TBC, peserta juga menjalani pemeriksaan rontgen dada menggunakan rontgen thorax.

Selain itu, dilakukan pemeriksaan triple elimination yang mencakup HIV, sifilis, dan Hepatitis. Dari hasil pemeriksaan awal, sebanyak 3 peserta teridentifikasi sebagai terduga sifilis dan 8 peserta terduga Hepatitis.

Hasil tersebut masih memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut untuk memastikan kondisi kesehatan masing-masing peserta. Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, Nahad S. E. Baunsele, menjelaskan bahwa peserta dengan hasil pemeriksaan yang memerlukan penanganan akan mendapatkan tindak lanjut sesuai dengan kondisi medis masing-masing.

“Apabila ditemukan hasil yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, akan dilakukan tindak lanjut melalui pemeriksaan dokter, pemberian terapi, maupun penanganan sesuai dengan kondisi masing-masing,” ungkap Nahad.

Tindak lanjut tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan setiap hasil skrining tidak berhenti pada pemeriksaan awal, tetapi dapat dilanjutkan dengan pemeriksaan medis dan penanganan sesuai kebutuhan. Selain pemeriksaan, peserta juga mendapatkan edukasi kesehatan dari tenaga medis.

Peserta yang membutuhkan penanganan mendapatkan obat-obatan dan arahan terkait langkah yang perlu dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan. Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor antara Rutan SoE, Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dan Puskesmas Kota SoE dalam memperkuat layanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan.

Melalui kegiatan CKG dan skrining tersebut, Rutan SoE terus mendorong deteksi dini serta pemantauan kesehatan petugas dan Warga Binaan. Hasil pemeriksaan yang membutuhkan tindak lanjut akan ditangani melalui mekanisme pelayanan kesehatan sesuai dengan hasil pemeriksaan medis masing-masing peserta. (DW)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....