Tim Kardiologi IDAI Periksa Jantung Anak Sumba Barat

  • 22 Sep 2026 06:42 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Sebanyak 300 anak menjadi sasaran kegiatan Penyuluhan dan Pemeriksaan Skrining Penyakit Jantung Anak yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumba Barat di Aula Kantor Dinas Kesehatan, RSUD Waikabubak, Sabtu, 19 September 202). Kegiatan tersebut berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WITA dengan melibatkan tim medis dari UKK Kardiologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Kehadiran para dokter spesialis anak dan subspesialis kardiologi anak dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam mendukung pemeriksaan serta deteksi dini gangguan jantung pada anak. Tim medis yang terlibat berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Jakarta, Medan, Jawa Timur, Yogyakarta, Bandung, Bali, dan Bekasi.

Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, SH, dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Drg. Bonar B. Sinaga, M.Kes, menyampaikan bahwa kesehatan anak merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, anak-anak yang sehat, aktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik merupakan aset bagi masa depan Kabupaten Sumba Barat.

Dalam kegiatan tersebut, orang tua dan masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai tanda serta faktor risiko gangguan jantung pada anak. Pemeriksaan status berat badan, tinggi badan, pertumbuhan, serta skrining kesehatan dilakukan untuk membantu memperoleh gambaran kondisi kesehatan anak sekaligus menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat juga mendorong peningkatan kemampuan tenaga kesehatan dalam melakukan skrining menggunakan pulse oximeter. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengenali lebih awal anak yang memiliki tanda atau risiko kelainan jantung sehingga dapat memperoleh rujukan dan pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat kerja sama antara Pemkab Sumba Barat, yayasan-yayasan filantropi di wilayah Sumba, UKK Kardiologi IDAI, dan IDAI Cabang Nusa Tenggara Timur. Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah daerah berharap upaya deteksi dini penyakit jantung anak dapat terus dikembangkan secara berkesinambungan sebagai bagian dari program pembangunan menuju “Sumba Barat Sehat”. (Jl)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....