Cara Mengatasi Keseleo pada Sendi dengan Tepat
- 21 Sep 2026 09:15 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Keseleo merupakan salah satu cedera yang cukup sering terjadi dalam aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dapat terjadi ketika sendi bergerak atau terpuntir melebihi batas normal sehingga ligamen, yaitu jaringan yang menghubungkan tulang pada sendi, mengalami peregangan atau robekan.
Keseleo dapat menyebabkan nyeri, bengkak, memar, serta kesulitan menggerakkan bagian tubuh yang mengalami cedera. Pergelangan kaki merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering mengalami keseleo, tetapi kondisi ini juga dapat terjadi pada lutut, pergelangan tangan, atau sendi lainnya.
Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan ketika mengalami keseleo?
1. Istirahatkan Bagian yang Cedera
Segera hentikan aktivitas setelah mengalami keseleo. Jangan memaksakan bagian tubuh yang cedera untuk terus digunakan karena dapat memperburuk kondisi.
Jika keseleo terjadi pada kaki, kurangi aktivitas berjalan atau berdiri hingga rasa nyeri mulai berkurang.
2. Kompres Dingin
Kompres dingin dapat digunakan untuk membantu mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan pada tahap awal cedera.
Gunakan es yang dibungkus dengan kain atau kompres dingin, kemudian tempelkan pada area yang cedera selama sekitar 15–20 menit. Jangan menempelkan es secara langsung pada kulit karena dapat menyebabkan kerusakan kulit.
Kompres dapat dilakukan beberapa kali dalam sehari pada periode awal setelah cedera.
3. Gunakan Balutan untuk Memberikan Dukungan
Pada kondisi tertentu, perban elastis dapat digunakan untuk memberikan dukungan pada sendi dan membantu mengendalikan pembengkakan.
Namun, jangan membalut terlalu ketat. Jika jari tangan atau kaki menjadi kebas, kesemutan, terasa dingin, atau berubah warna, segera longgarkan balutan dan periksakan kondisi tersebut.
4. Tinggikan Bagian yang Cedera
Jika memungkinkan, posisikan bagian tubuh yang mengalami keseleo lebih tinggi daripada posisi jantung, terutama ketika sedang beristirahat.
Misalnya, jika pergelangan kaki mengalami keseleo, kaki dapat disangga dengan bantal. Posisi ini dapat membantu mengurangi pembengkakan.
5. Jangan Langsung Dipijat
Ketika baru mengalami keseleo, sebaiknya jangan langsung memijat atau mengurut bagian yang cedera, terutama jika belum diketahui tingkat keparahannya.
Pijatan yang terlalu kuat pada cedera baru berpotensi memperburuk kerusakan jaringan dan pembengkakan. Penanganan selanjutnya sebaiknya disesuaikan dengan kondisi cedera.
6. Kembali Bergerak Secara Bertahap
Setelah rasa nyeri dan pembengkakan mulai berkurang, gerakan ringan dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan.
| Baca juga: Cara Mengatasi Rambut Rontok Secara Alami |
Hindari langsung kembali berolahraga atau melakukan aktivitas berat. Pemulihan yang bertahap dapat membantu mengurangi risiko cedera berulang.
Untuk keseleo yang lebih berat, dokter atau fisioterapis dapat memberikan latihan khusus untuk mengembalikan kekuatan, fleksibilitas, dan stabilitas sendi.
Tidak semua cedera sendi dapat dianggap sebagai keseleo ringan. Segera mencari pertolongan medis apabila nyeri sangat berat, pembengkakan atau memar cukup parah, sendi tampak berubah bentuk, tidak mampu menapak atau menggunakan bagian tubuh yang cedera, atau muncul mati rasa maupun kesemutan.
Pemeriksaan juga diperlukan apabila kondisi tidak membaik setelah beberapa hari atau justru semakin memburuk. Dokter dapat menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tidak terjadi patah tulang atau cedera jaringan yang lebih serius.
Keseleo dapat ditangani dengan memberikan waktu istirahat pada bagian yang cedera, melakukan kompres dingin, memberikan dukungan dengan balutan yang tidak terlalu ketat, serta meninggikan bagian tubuh yang mengalami cedera.
Yang tidak kalah penting, jangan memaksakan aktivitas dan jangan langsung melakukan pijatan keras pada cedera yang baru terjadi. Jika gejala berat atau tidak kunjung membaik, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan jenis dan tingkat keparahan cedera.
Dengan penanganan yang tepat dan pemulihan secara bertahap, fungsi sendi dapat kembali secara optimal dan risiko cedera berulang dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....