Dehidrasi di Cuaca Panas, Bisa Sebabkan Palpitasi hingga Gagal Ginjal
- 18 Sep 2026 22:11 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Cuaca panas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan melalui keringat. Jika asupan air tidak mencukupi, kondisi tersebut dapat menyebabkan dehidrasi. Masyarakat pun perlu mewaspadai tanda-tanda dehidrasi, terutama saat beraktivitas di luar ruangan atau berada di lingkungan dengan suhu tinggi.
Dokter mengungkapkan bahwa dehidrasi bukan sekadar rasa haus. Kekurangan cairan dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk sistem peredaran darah. Dalam kondisi tertentu, dehidrasi dapat membuat jantung bekerja lebih keras dan memicu palpitasi atau sensasi jantung berdebar.
Selain gangguan pada jantung, kekurangan cairan juga dapat berdampak pada fungsi ginjal. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, volume darah yang beredar dapat berkurang sehingga aliran darah ke ginjal ikut menurun. Jika berlangsung berat atau tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan fungsi ginjal.
Gejala dehidrasi yang perlu diperhatikan antara lain rasa haus berlebihan, mulut kering, tubuh lemas, pusing, sakit kepala, serta urine yang berwarna lebih gelap atau jumlahnya berkurang. Pada kondisi yang lebih berat, seseorang dapat mengalami kebingungan, penurunan kesadaran, hingga gangguan pada fungsi organ.
Untuk mencegah dehidrasi, masyarakat dianjurkan mencukupi kebutuhan cairan, terutama ketika cuaca sedang panas atau saat melakukan aktivitas fisik. Minum secara berkala dan tidak menunggu hingga merasa sangat haus dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Aktivitas berat di bawah terik matahari juga sebaiknya dibatasi dan diselingi dengan waktu istirahat di tempat yang lebih sejuk.
Jika muncul gejala dehidrasi berat, palpitasi yang menetap, penurunan kesadaran, atau jumlah urine menurun drastis, segera mencari pertolongan medis. Penanganan yang cepat diperlukan untuk mencegah kekurangan cairan berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, termasuk gangguan fungsi ginjal. (RN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....