RSHP Undana Seleksi Ketat Hewan untuk Sterilisasi Massal
- 18 Sep 2026 16:20 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Antusiasme masyarakat membawa hewan peliharaan untuk mengikuti sterilisasi massal dalam rangka World Rabies Day NTT 2026 cukup tinggi. Namun, Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Nusa Cendana (RSHP Undana) memastikan setiap hewan yang menjalani tindakan harus melewati pemeriksaan dan memenuhi sejumlah persyaratan medis.
Kepala RSHP Undana, drh. Tri Utami, M.Sc., mengatakan sterilisasi massal yang digelar dalam rangka World Rabies Day tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pengendalian rabies. “Harapan saya dengan kegiatan bakti sosial sterilisasi masyarakat dalam rangka World Rabies Day ini bisa bermanfaat, memberi dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam penanggulangan dan penjagaan rabies,” ujar Tri Utami kepada awak media di RSHP Undana, Naikoten, Kota Kupang, Jumat, 18 September 2026.
Menurutnya, sterilisasi merupakan salah satu langkah untuk mengendalikan laju populasi hewan penular rabies (HPR). Pengendalian populasi tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan rabies secara lebih berkelanjutan.
Tingginya minat masyarakat ternyata tidak serta-merta membuat seluruh hewan yang didaftarkan dapat menjalani operasi. RSHP Undana menerapkan persyaratan medis sebelum tindakan dilakukan.
Hewan yang akan disterilisasi harus sudah mendapatkan vaksinasi, berada dalam kondisi sehat, dan telah memenuhi usia yang sesuai untuk menjalani operasi. Tri mengatakan persyaratan tersebut harus dipenuhi untuk memastikan tindakan sterilisasi dapat dilakukan dengan aman.
“Untuk operasi ini ada persyaratan dan kita benar-benar menerapkan persyaratan operasi seperti sudah melakukan vaksinasi, hewan dalam kondisi sehat, sudah cukup untuk usia dilakukan operasi,” katanya.
Hewan yang datang bersama pemiliknya terlebih dahulu menjalani pemeriksaan atau evaluasi sebelum masuk ke tahap operasi. Masyarakat pun diminta mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan oleh tim medis.
Dalam pelaksanaan sterilisasi massal tersebut, RSHP Undana menyiagakan empat dokter hewan. Mereka bertugas mendukung rangkaian tindakan, mulai dari persiapan sebelum operasi hingga pelaksanaan operasi terhadap hewan yang telah dinyatakan memenuhi syarat.
Tri Utami mengatakan masyarakat yang telah membawa hewan peliharaan mereka juga harus bersabar menunggu selama proses operasi berlangsung. Menurutnya, penerapan prosedur tersebut penting agar kegiatan sosial tidak hanya mengejar jumlah hewan yang disterilisasi, tetapi juga memastikan keselamatan dan kondisi kesehatan hewan.
Tri Utami menilai pengendalian populasi HPR melalui sterilisasi dapat berjalan beriringan dengan vaksinasi rabies yang telah dilakukan. Pengendalian populasi diharapkan membantu mempertahankan manfaat cakupan vaksinasi sehingga upaya pencegahan rabies dapat dilakukan secara lebih terarah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian World Rabies Day NTT 2026 dan Kick Off Sterilisasi Massal yang diinisiasi JAAN Domestic bersama sejumlah mitra. Melalui kegiatan ini, RSHP Undana tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan kesehatan hewan, tetapi juga menjadi salah satu titik kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, organisasi, dokter hewan, dan masyarakat dalam pengendalian rabies.
Antusiasme warga menjadi modal penting, tetapi bagi RSHP Undana, keberhasilan kegiatan juga ditentukan oleh kepatuhan terhadap standar medis. Dengan pendekatan tersebut, sterilisasi diharapkan bukan sekadar kegiatan bakti sosial, melainkan bagian dari upaya jangka panjang untuk mengendalikan populasi HPR sekaligus memperkuat pencegahan rabies di NTT. (DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....