Sosialisasi Imunisasi Diperkuat, Pemda Sumba Barat Daya Bidik Generasi Sehat

  • 17 Sep 2026 08:48 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya memperkuat komitmen perlindungan kesehatan anak melalui Sosialisasi dan Advokasi Lintas Sektor dalam rangka Penguatan Imunisasi Polio dan Imunisasi Rutin Tahun 2026. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, ST, di Aula Kantor Bupati Sumba Barat Daya, Selasa (15/9/2026). Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor dan mitra pembangunan untuk memperkuat pelayanan imunisasi di daerah.

Turut hadir perwakilan UNICEF dan U.S. DOS, Iman Hermanyah, Ketua TP PKK Kabupaten Sumba Barat Daya, perwakilan Dinas Kesehatan dan BAPPERIDA Provinsi NTT, Kepala KPPN Waingapu, jajaran Kementerian Agama, pimpinan OPD, para camat, kepala desa, kepala puskesmas, pengelola imunisasi, kader posyandu, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan orang tua. Keterlibatan berbagai pihak tersebut dinilai penting untuk memastikan program imunisasi dapat menjangkau seluruh anak di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Dalam sambutannya, Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla menyampaikan apresiasi kepada U.S. DOS dan UNICEF melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya atas kemitraan dalam mendukung pelayanan kesehatan anak. Ia menegaskan bahwa anak-anak merupakan investasi terbesar bagi masa depan daerah. Karena itu, upaya mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing membutuhkan dukungan pemerintah, masyarakat, pihak swasta, serta seluruh pemangku kepentingan.

Bupati juga mengingatkan bahwa meskipun Kejadian Luar Biasa (KLB) polio secara nasional telah dinyatakan berakhir pada November 2025, risiko penularan masih tetap ada. Risiko tersebut antara lain dipengaruhi oleh masih adanya anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, cakupan pelayanan yang belum merata secara geografis, serta tingginya mobilitas penduduk.

Berdasarkan evaluasi hingga Juli 2026, cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Sumba Barat Daya baru mencapai 35,05 persen, sedangkan cakupan OPV dan IPV masih berada di bawah target nasional.

Sebagai langkah percepatan, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Komitmen Bersama Akselerasi Imunisasi Polio dan Imunisasi Rutin. Komitmen itu diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata di lapangan. Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya juga mendukung penyusunan Rencana Aksi Akselerasi Imunisasi 30–90 Hari di tingkat puskesmas yang akan diimplementasikan, dipantau, dan dievaluasi secara berkala.

Bupati Ratu Ngadu Bonu Wulla menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk mempercepat peningkatan cakupan imunisasi secara terstruktur dan merata. Melalui kolaborasi lintas sektor, pemerintah menargetkan berkurangnya jumlah anak zero-dose atau belum pernah menerima imunisasi serta mencegah terjadinya dropout atau putus imunisasi. Dengan penguatan program tersebut, pemerintah berharap derajat kesehatan anak semakin meningkat dan menjadi fondasi bagi terwujudnya generasi emas serta masa depan Kabupaten Sumba Barat Daya. (Jl)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....