Chicken Composting Jadi Solusi Olah Sampah Organik di Kupang

  • 16 Sep 2026 07:27 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Penanganan sampah organik di Kota Kupang kini memasuki babak baru. Melalui inovasi metode chicken composting (pengomposan berbasis media ayam), Bank Sampah Mutiara Timor mengurai persoalan tumpukan daun kering dan sisa makanan yang selama ini kerap dibakar atau dibuang begitu saja ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Inovasi tersebut dipaparkan oleh Direktur Bank Sampah Mutiara Timor, Meilsi Mansula, dalam siaran Obrolan Akamsi Pro 4 RRI Kupang pada Selasa, 15 September 2026,

Melzi menjelaskan bahwa selama ini sampah daun kering dan limbah organik belum terserap maksimal karena pembuatan kompos konvensional dianggap kurang menarik bagi sebagian masyarakat.

"Daun-daun kering dan ranting selama ini hanya dibakar dan menimbulkan polusi udara. Dengan metode chicken composting, proses dekomposisi sampah organik tidak hanya menghasilkan pupuk kompos, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa daging dan telur ayam," ujar Melzi.

Penerapan metode ini menyasar dua jenis sampah organik utama di tingkat pemukiman warga:

Jenis Limbah Organik

Masalah Selama Ini

Solusi & Hasil Chicken Composting

Daun Kering & RantingSering dibakar warga, memicu polusi & batuk (ISPA)Terurai menjadi pupuk kompos berkualitasSisa Makanan DapurMengendap di TPS, memicu bau busuk & lalatDidekomposisi dan dimanfaatkan sebagai pakan bernutrisi

Selain mengolah sampah organik, gerakan pemilahan yang melibatkan 39 titik mitra di 19 kelurahan di Kota Kupang ini berhasil memotong rantai penumpukan sampah ke TPA secara signifikan.

  • Pengurangan Beban TPA: Sebanyak 100 hingga 200 ton sampah per tahun berhasil dicegah masuk ke TPA dari partisipasi sekitar 3.000 kepala keluarga.
  • Penurunan Kasus Disease (DBD & ISPA): Pemilahan sampah yang konsisten di area padat penduduk seperti Oebofu dan Penfui berdampak pada berkurangnya tempat pembiakan nyamuk DBD serta penurunan gangguan pernapasan akibat asap pembakaran sampah.
  • Lingkungan Bebas Bau: Sampah anorganik yang dipisah dari organik tidak lagi memicu bau busuk di TPS, sehingga mengurangi aduan pertengkaran antarwarga.

Melzi berharap sistem pengomposan berbasis komunitas ini dapat terus diperluas agar target pengurangan sampah hingga 1.000 ton per tahun di Kota Kupang dapat tercapai. (TT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....