Batasi Media Sosial untuk Cegah Dampak Doomscrolling
- 09 Sep 2026 07:31 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Kebiasaan doomscrolling atau terus-menerus melihat berita dan informasi negatif membuat pengguna lebih banyak terpapar kabar buruk di media sosial. Kondisi ini perlu diantisipasi dengan mengenali kemampuan diri dalam mengendalikan penggunaan media sosial.
“Pengguna yang merasa sulit mengendalikan kebiasaan tersebut disarankan mulai membatasi waktu menggunakan telepon genggam. Pembatasan dapat dilakukan secara bertahap, misalnya mengurangi penggunaan layar dari lima jam menjadi tiga jam dalam sehari,” ucap Pembina Yayasan Setitik Cahaya GenZ, Bonny Haning saat berbincang di RRI, Minggu, 6 September 2026.
Dia mengatakan paya mengurangi kebiasaan melihat informasi negatif juga membutuhkan niat dan komitmen untuk memberikan waktu istirahat dari media sosial. Pengguna dapat menentukan waktu tertentu untuk tidak membuka media sosial dan mulai mengurangi kebiasaan melihat berita negatif secara perlahan.
“Selain membatasi waktu, pengguna juga dapat memanfaatkan pengaturan pada media sosial untuk mengurangi kemunculan berita atau informasi yang tidak diinginkan. Konten yang dianggap mengganggu dapat dilewati atau disembunyikan agar informasi serupa tidak terus muncul di halaman media sosial,” kata Bonny.
Pembatasan paparan informasi negatif penting dilakukan karena kondisi mental dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun hubungan dengan orang lain. Penggunaan media sosial secara bijak diperlukan agar kebiasaan mencari informasi karena bosan atau sekadar mengisi waktu tidak justru menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....