Doomscrolling Picu Kecemasan akibat Paparan Berita Negatif
- 09 Sep 2026 06:37 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Kebiasaan doomscrolling atau terus menggulir dan melihat informasi negatif di media sosial dapat memicu kecemasan. Ketertarikan manusia terhadap berita buruk disebut berkaitan dengan kecenderungan untuk selalu waspada terhadap berbagai ancaman di lingkungan sekitar.
Pembina Yayasan Setitik Cahaya GenZ, Bonny Haning mengatakan perkembangan algoritma media sosial turut membuat konten negatif lebih sering muncul ketika pengguna berulang kali mencari atau melihat informasi serupa. “Kondisi ini dapat membuat pengguna terus mengikuti berita buruk karena terdorong rasa ingin tahu mengenai kejadian, waktu, hingga tanggapan orang lain,” ucap Bonny saat siaran di RRI, Minggu, 6 September 2026.
Dia menambahkan paparan konten negatif juga semakin kuat karena sebagian besar media sosial mengandalkan gambar dan video sebagai bentuk utama penyampaian informasi. Konten mengenai bencana, termasuk kondisi korban dan dampak kerusakan, dapat muncul berulang kali bahkan ketika pengguna tidak secara khusus mencarinya.
“Paparan visual mengenai peristiwa buruk dapat menimbulkan rasa takut dan kecemasan karena pengguna membayangkan kemungkinan kejadian serupa menimpa diri sendiri maupun keluarga. Kondisi tersebut juga dapat membuat seseorang terus mengakses informasi untuk memastikan perkembangan terbaru dari peristiwa yang sedang terjadi,” ujarnya.
Salah satu langkah untuk mengurangi dampak doomscrolling adalah membatasi paparan terhadap konten negatif, terutama gambar dan video yang mengganggu. Pengguna media sosial juga dapat mengatur waktu penggunaan, memilih informasi yang lebih positif, serta berhenti menggulir ketika mulai merasa cemas atau tidak nyaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....