Protein Berlebihan Bisa Berdampak Buruk, Ini Risikonya
- 20 Agt 2026 22:13 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk membangun dan memperbaiki jaringan, menjaga massa otot, serta mendukung berbagai fungsi tubuh. Namun, mengonsumsi protein secara berlebihan, terutama dalam jangka panjang, bukan berarti semakin baik. Kebutuhan protein setiap orang juga berbeda, tergantung usia, berat badan, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan.
Dilansir dari laman alodokter.com, salah satu risiko yang perlu diperhatikan adalah beban kerja ginjal yang meningkat. Ginjal harus menyaring berbagai produk sisa dari metabolisme protein. Pada orang dengan gangguan ginjal, asupan protein yang terlalu tinggi dapat memperberat kondisi tersebut.
Risiko berikutnya adalah dehidrasi. Asupan protein yang sangat tinggi dapat membuat tubuh membutuhkan lebih banyak cairan untuk membantu proses pembuangan sisa metabolisme. Selain itu, pola makan tinggi protein yang rendah serat juga dapat memicu sembelit, kembung, atau gangguan pencernaan.
Protein berlebihan juga dapat menyebabkan asupan kalori meningkat dan berat badan bertambah, terutama jika protein berasal dari makanan berlemak tinggi atau dikonsumsi melalui suplemen secara berlebihan. Jika sumber proteinnya banyak berasal dari daging merah dan makanan olahan, asupan lemak jenuh juga dapat ikut meningkat.
Karena itu, enam hal yang perlu diwaspadai adalah beban ginjal meningkat, dehidrasi, sembelit, gangguan pencernaan, kelebihan kalori yang memicu kenaikan berat badan, serta meningkatnya asupan lemak jenuh bila sumber protein kurang sehat. Protein tetap penting, tetapi sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai kebutuhan dan berasal dari sumber yang beragam, seperti ikan, telur, kacang-kacangan, produk susu, serta sumber nabati lainnya. (Daten)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....