Perdana Digelar, Warga Desa Oenggaut Antusias Ikuti Penyuluhan Zoonosis

  • 11 Agt 2026 08:28 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang— Sebanyak 40 warga Desa Oenggaut, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, mengikuti penyuluhan pencegahan penyakit zoonosis dan penguatan alur skrining di Posyandu Anggrek 1, Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan yang diinisiasi Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) bersama Puskesmas Delha ini menjadi penyuluhan kesehatan pertama yang pernah diselenggarakan di desa tersebut.

Kepala Desa Oenggaut, Adrianus D. Faturaja, menyambut positif inisiatif akademisi dan tenaga kesehatan yang turun langsung ke wilayahnya. "Baru kali ini ada kegiatan penyuluhan kesehatan seperti ini di desa kami. Warga sangat menyambut baik, terlihat dari kehadiran dan semangat mereka mengikuti dari awal sampai selesai. Ini yang selama ini kami butuhkan," katanya.

Adrianus menegaskan, Pemerintah Desa Oenggaut berkomitmen menjaga keberlanjutan program edukasi ini agar menjadi standar pelayanan rutin di Posyandu. "Kami akan mendukung penuh supaya materi yang sudah diajarkan ini dipakai terus di kegiatan Posyandu rutin. Jangan berhenti sekali ini saja, karena yang kami jaga adalah kesehatan anak-anak kami sendiri," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Tim PKM Undana, dr. Deif Tunggal, Sp.An-TI., menyebutkan kader Posyandu memiliki peran kunci sebagai garda terdepan pencegahan penyakit di tingkat keluarga. "Kader Posyandu adalah pihak yang paling dekat dengan keluarga balita. Kalau mereka menguasai alur skrining dan tahu kapan harus merujuk ke Puskesmas, kasus yang berat bisa dicegah jauh lebih awal," jelas dr. Deif.

Penyuluhan ini diakhiri dengan peragaan media edukasi pop-up, praktik cuci tangan bersama, pembagian bingkisan sanitasi berupa sikat gigi, handuk, kotak makan, dan tumbler, serta permainan interaktif bagi para peserta. Tim PKM Universitas Nusa Cendana berharap pengetahuan masyarakat mengenai penyakit zoonosis meningkat dan kapasitas kader Posyandu dalam melakukan skrining kesehatan balita semakin kuat, sekaligus membuka peluang replikasi kegiatan serupa di desa lain di Kabupaten Rote Ndao. (JR/Tim PKM)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....