Cegah Zoonosis di Rote Ndao, Undana Terapkan Pendekatan One Health di Posyandu
- 11 Agt 2026 08:27 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang— Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar edukasi pencegahan penyakit zoonosis berbasis pendekatan One Health di Posyandu Anggrek 1, Desa Oenggaut, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan yang bekerja sama dengan Puskesmas Delha dan Pemerintah Desa Oenggaut ini ditujukan bagi ibu balita serta kader kesehatan lokal.
Ketua Tim PKM Undana, dr. Deif Tunggal, Sp.An-TI., mengatakan pola hidup masyarakat yang berdampingan erat dengan ternak menjadi alasan utama edukasi ini digelar. Adapun edukasi yang diberikan berdiri di atas pendekatan One Health, yakni penanganan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dalam satu kerangka yang utuh.
"Di Desa Oenggaut, kandang ternak dan rumah warga sering hanya berjarak beberapa langkah, dan anak-anak balita bermain di area yang sama. Situasi seperti ini membuka jalur penularan penyakit zoonosis yang sering luput diperhatikan karena gejalanya dianggap sakit biasa," ujar dr. Deif Tunggal.
Ia menjelaskan, pendekatan One Health diterapkan dengan memadukan tim medis manusia dan medis hewan. Tim ini melibatkan dokter spesialis serta dua dokter hewan, yaitu drh. Jayusman A. Joesoef, M.Si., dan drh. Galuh Wiedani K.D. Larasati, M.Si.
"Kesehatan balita tidak bisa dilihat hanya dari sisi manusia. Selama lingkungan dan ternaknya tidak ikut dibenahi, persoalan yang sama akan terus berulang. Karena itu dokter dan dokter hewan turun bersama dalam satu tim," tegasnya.
Selain membagikan buku saku penyakit zoonosis dan menyosialisasikan alur skrining Posyandu, tim juga memanfaatkan media visual buku pop-up 3D karya mahasiswa Undana, Arvin Umbu Padanga Berawoli. Media visual tiga dimensi itu dipilih agar pesan kesehatan lebih mudah dipahami dan diingat peserta dengan latar belakang pendidikan yang beragam.
“Kami memilih buku pop-up karena banyak ibu lebih cepat menangkap pesan lewat gambar dan cerita dibanding lembar materi yang penuh tulisan. Harapannya pesan cuci tangan dan menjaga jarak ternak ini terbawa sampai ke rumah,” kata Arvin.
Sementara itu perwakilan Puskesmas Delha, Krisni, mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, keseragaman alur skrining sangat membantu mempercepat penanganan dan rujukan medis.
"Penguatan kapasitas kader sangat membantu kerja kami di lapangan. Dengan alur skrining yang seragam, data dari Posyandu menjadi lebih rapi dan rujukan ke Puskesmas bisa lebih cepat," pungkas Krisni. (JR/Tim PKM)
Page break
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....