Migrain Bukan Sekadar Sakit Kepala, Ini Fakta Menarik yang Perlu Diketahui
- 05 Agt 2026 12:05 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Banyak orang menganggap migrain hanyalah sakit kepala biasa yang akan hilang setelah beristirahat. Padahal, migrain merupakan gangguan saraf yang dapat muncul berulang dan cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, belajar, hingga berinteraksi dengan keluarga.
Menariknya, data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut migrain termasuk salah satu penyebab utama disabilitas pada usia produktif di dunia. Artinya, dampak migrain tidak hanya dirasakan saat kepala terasa nyeri, tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas dan kualitas hidup penderitanya.
Migrain umumnya ditandai nyeri berdenyut pada satu sisi kepala. Rasa nyeri itu sering disertai mual, muntah, serta sensitivitas terhadap cahaya dan suara sehingga penderitanya memilih beristirahat di tempat gelap dan tenang.
Fakta menarik lainnya, perempuan mengalami migrain sekitar dua hingga tiga kali lebih sering dibanding laki-laki. American Migraine Foundation menjelaskan perbedaan tersebut berkaitan dengan faktor hormonal dan perubahan kadar estrogen.
Pada sebagian penderita, migrain bahkan muncul dengan tanda-tanda awal yang disebut aura. Penglihatan dapat tampak berkilat, buram, atau muncul garis-garis cahaya sebelum sakit kepala benar-benar terasa.
Dokter menjelaskan bahwa pemicu migrain berbeda pada setiap orang. Kurang tidur, stres, kelelahan, terlambat makan, perubahan hormon, hingga konsumsi makanan tertentu menjadi faktor yang paling sering dilaporkan penderita.
| Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital |
Karena pemicunya tidak sama, penderita dianjurkan mengenali pola serangan yang dialami. Mencatat waktu munculnya migrain, makanan yang dikonsumsi, dan aktivitas sebelum serangan sering membantu menemukan pemicu yang paling berpengaruh.
Menjaga pola hidup sehat menjadi langkah sederhana namun penting untuk mencegah migrain kambuh. Tidur cukup, makan teratur, minum air yang cukup, berolahraga ringan, dan mengelola stres dapat membantu menurunkan frekuensi serangan.
Masyarakat juga diingatkan agar tidak menyepelekan sakit kepala yang terjadi berulang. Jika nyeri kepala semakin berat, disertai gangguan penglihatan, kelemahan anggota tubuh, atau kesulitan berbicara, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan perlu segera dilakukan.
Dengan mengenali gejala sejak dini dan mengendalikan faktor pemicunya, migrain umumnya dapat ditangani dengan baik. Penderita tetap bisa menjalani aktivitas secara produktif tanpa harus terus-menerus terganggu oleh serangan sakit kepala. (DB)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....