Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Kupang Dorong Jamu Jadi Gaya Hidup Sehat Anak Muda
- 29 Jul 2026 19:28 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Di tengah tren gaya hidup sehat yang semakin berkembang, jamu mulai kembali mendapat tempat di kalangan generasi muda sebagai pilihan minuman alami yang mendukung kesehatan. Perubahan ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengurangi konsumsi minuman tinggi gula dan beralih ke produk berbahan herbal.
Dalam wawancara bersama RRI, pada Sabtu, 25 Juli 2026, Mahasiswi Prodi D3 Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang sekaligus Juara I Lomba Video Edukasi Jamu Tingkat Nasional, Virginia Desiderata Manek, mengatakan jamu kini telah bertransformasi mengikuti perkembangan zaman sehingga lebih mudah diterima oleh anak muda. "Sekarang inovasi jamu sangat berkembang. Tidak hanya dalam bentuk cair, tetapi juga tersedia dalam bentuk tablet, kapsul, hingga sirup yang lebih praktis dan rasanya tidak lagi identik dengan pahit," ujarnya.
Menurut Virginia, persepsi bahwa jamu hanya diperuntukkan bagi orang tua sudah tidak lagi relevan. Ia menilai jamu dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat bagi semua kelompok usia, termasuk generasi muda yang ingin menjaga kebugaran tubuh secara alami.
"Jangan malu untuk minum jamu. Jamu bukan hanya untuk orang tua, tetapi untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Generasi muda juga perlu bangga mengonsumsi warisan herbal Indonesia," katanya.
Dalam penjelasannya, Virginia menekankan pentingnya memahami peran jamu dalam mendukung kesehatan holistik yang mencakup aspek preventif, promotif, hingga paliatif. Jamu berfungsi memperkuat daya tahan tubuh dan membantu proses pemulihan, meski cara kerjanya tidak seinstan obat-obatan kimia modern.
"Jamu beda dengan obat kimia karena tidak mengklaim langsung mengobati, melainkan membantu terapi dan meningkatkan imun tubuh. Kedua pengobatan ini sebenarnya saling melengkapi dan mempunyai perannya masing-masing," jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa jamu bukanlah pengganti obat medis. "Jamu tidak mengklaim dapat menyembuhkan penyakit. Perannya membantu proses terapi sehingga hasilnya memang tidak instan seperti obat kimia. Karena itu masyarakat harus waspada jika ada jamu yang langsung memberikan efek cepat, sebab bisa saja mengandung bahan kimia obat," jelasnya.
Virginia juga menekankan pentingnya memilih produk jamu yang aman dengan memperhatikan kemasan, komposisi, aturan pakai, serta izin edar dari BPOM. Menurutnya, masyarakat tidak boleh beranggapan bahwa seluruh produk herbal pasti aman dikonsumsi tanpa memperhatikan dosis dan cara penggunaannya.
"Walaupun berasal dari bahan alami, jamu tetap memiliki aturan penggunaan. Perhatikan dosis, cara pengolahan, dan pastikan memiliki izin edar resmi. Jangan mudah percaya pada klaim berlebihan karena penggunaan yang tidak tepat juga dapat menimbulkan efek samping," ungkap Virginia.
Menjawab tantangan zaman, industri herbal kini telah bertransformasi menyajikan jamu dalam bentuk tablet, kapsul, hingga variasi menu modern di kafe-kafe kekinian. Inovasi ini memudahkan anak muda mengonsumsi bahan alami tanpa perlu khawatir dengan rasa pahit atau penyajian yang merepotkan.
"Sekarang inovasi perkembangan jamu sangat besar, tidak hanya bentuk cair yang digendong tapi sudah ada kapsul, sirup, hingga menu di kafe. Ini jadi alternatif bagus untuk menggantikan minuman kemasan tinggi gula," tambah mahasiswi D3 Farmasi tersebut.
Meski berasal dari bahan alami, masyarakat tetap diminta waspada dan teliti saat memilih serta mengonsumsi produk jamu di pasaran. Penggunaan dosis yang tepat, higienitas pengolahan, serta kepemilikan izin edar resmi dari BPOM menjadi kunci utama agar manfaat jamu dapat dirasakan secara optimal tanpa menimbulkan efek samping.
Melalui prestasinya di bidang edukasi kesehatan, Virginia berharap semakin banyak anak muda yang melihat jamu sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus bentuk pelestarian kekayaan herbal Indonesia. Ia mengajak generasi muda untuk mulai mengonsumsi jamu secara bijak sebagai alternatif minuman sehat yang mendukung kesehatan tubuh tanpa melupakan pentingnya edukasi dan penggunaan yang tepat. (AK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....