Anak GTM karena Tumbuh Gigi? Kenali Tanda dan Cara Membantunya
- 28 Jul 2026 17:58 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Sumba - Gerakan Tutup Mulut (GTM) merupakan kondisi yang sering dialami bayi dan balita, salah satunya saat memasuki masa tumbuh gigi. Pada fase ini, anak dapat menjadi lebih rewel dan menolak makan karena gusinya terasa gatal, nyeri, atau tidak nyaman. Kondisi tersebut sebenarnya merupakan bagian dari proses tumbuh kembang yang normal. Meski demikian, orang tua tetap perlu memperhatikan asupan nutrisi anak agar kebutuhan gizinya tetap terpenuhi.
Tumbuh gigi umumnya mulai terjadi saat bayi berusia sekitar enam bulan, meskipun waktu kemunculannya dapat berbeda pada setiap anak. Selain GTM, tanda-tanda lain yang sering muncul antara lain gusi bengkak, air liur keluar lebih banyak, anak sering menggigit benda di sekitarnya, lebih mudah marah, dan pola tidurnya berubah. Sebagian anak juga mengalami penurunan nafsu makan karena rasa tidak nyaman saat mengunyah atau menelan makanan.
| Baca juga: Bahaya Kekurangan Vitamin D untuk Tubuh |
Selama fase tumbuh gigi, GTM biasanya hanya bersifat sementara. Namun, jika anak terus menolak makan dalam waktu yang lama, berat badan tidak bertambah, atau tampak lemas, orang tua perlu lebih waspada. Kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang dapat memengaruhi pertumbuhan, daya tahan tubuh, dan perkembangan anak. Oleh karena itu, penting untuk membedakan GTM akibat tumbuh gigi dengan GTM yang disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis lainnya.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu anak melewati fase GTM akibat tumbuh gigi. Orang tua dapat memberikan makanan bertekstur lembut seperti bubur, puree, sup, atau buah yang dihaluskan agar lebih mudah ditelan. Makanan yang disajikan dalam keadaan sedikit dingin juga dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman pada gusi. Selain itu, berikan anak teether yang aman dan sesuai usia untuk digigit sehingga rasa gatal pada gusi dapat berkurang.
Saat anak sedang GTM, hindari memaksa mereka menghabiskan makanan karena hal tersebut justru dapat membuat anak semakin enggan makan. Sajikan makanan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, serta ciptakan suasana makan yang santai dan menyenangkan. Tetap berikan ASI atau susu sesuai kebutuhan anak agar kebutuhan cairan dan nutrisinya tetap terpenuhi selama nafsu makan sedang menurun.
Jika GTM berlangsung lebih dari dua minggu, disertai demam tinggi, muntah, diare, atau anak tampak sangat lemas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan lain yang menjadi penyebabnya. Dengan kesabaran, perhatian, dan penanganan yang tepat, fase GTM akibat tumbuh gigi umumnya akan berlalu dengan sendirinya sehingga anak dapat kembali makan dengan lahap dan tumbuh secara optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....