Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga Pekerja
- 10 Jul 2026 17:28 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Kupang-BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat peran jaminan sosial ketenagakerjaan melalui Program PEKA (Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian), yang tidak hanya memberikan santunan kepada peserta dan ahli waris, tetapi juga mendorong keluarga pekerja membangun usaha produktif agar mampu mandiri secara ekonomi setelah menerima manfaat jaminan sosial. Program yang dijalankan melalui kolaborasi dengan Bank NTB Syariah ini memberikan pelatihan, pendampingan usaha, serta penguatan literasi dan inklusi keuangan kepada 52 ahli waris peserta di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Program PEKA merupakan inovasi BPJS Ketenagakerjaan yang dirancang untuk membantu ahli waris membangun kembali kemandirian ekonomi melalui pengembangan usaha produktif. Melalui program ini, manfaat jaminan sosial diharapkan tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif jangka pendek, tetapi juga menjadi modal usaha yang mampu menciptakan sumber penghasilan baru sehingga keluarga peserta dapat bangkit dan mandiri secara ekonomi.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menyampaikan apresiasi kepada Bank NTB Syariah atas kolaborasi yang terjalin dalam mendukung keberhasilan Program PEKA. "Kami menyampaikan apresiasi kepada Bank NTB Syariah yang hari ini bersama-sama membangun kolaborasi dan sinergi dalam pelaksanaan Program PEKA. Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata komitmen bersama untuk menghadirkan perlindungan yang tidak berhenti pada pembayaran manfaat, tetapi juga membantu keluarga peserta agar mampu bangkit dan mandiri secara ekonomi," ujar Saiful.
Saiful menjelaskan, PEKA merupakan implementasi nyata semangat value beyond protection, di mana BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir ketika risiko terjadi melalui pembayaran manfaat jaminan sosial, tetapi juga mendampingi peserta dan keluarganya agar kembali berdaya dan memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan. "Program PEKA dijalankan melalui prinsip 3P, yaitu Pelatihan, Produktivitas, dan Profit, sehingga para penerima manfaat memperoleh keterampilan, mampu mengembangkan usaha produktif, serta memiliki peluang untuk mendapatkan penghasilan yang berkelanjutan," kata Saifup menambahkan.
Saiful mengungkapkan bahwa manfaat BPJS Ketenagakerjaan telah dirasakan secara nyata oleh masyarakat NTB. Sepanjang tahun 2025, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat sebesar Rp430,93 miliar untuk 50.006 klaim kepada peserta dan ahli waris di wilayah tersebut.
Sementara hingga Juni 2026, telah dibayarkan 29.554 klaim dengan total manfaat mencapai Rp259,05 miliar. Menurutnya, besarnya manfaat yang dibayarkan perlu diiringi dengan edukasi dan pendampingan agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi keluarga penerima manfaat serta berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian daerah.
"Kami berharap seluruh penerima manfaat dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, mengelola manfaat secara bijak, serta memanfaatkan pendampingan yang diberikan untuk membangun usaha yang produktif. Keberhasilan perlindungan tidak hanya diukur dari besarnya santunan yang dibayarkan, tetapi juga dari dampak nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja," ucap Saiful.
Selanjutnya, Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bagian dari komitmen dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan. "Akses terhadap permodalan sudah tersedia melalui berbagai produk pembiayaan yang dapat mereka manfaatkan. Tadi juga sudah kami serahkan bantuan melalui Program Tunas, nilainya sekitar Rp10 juta dan sudah berjalan sekitar satu bulan. Ke depan mungkin akan ada skema yang lebih mikro lagi. Yang paling penting, UMKM yang kami dampingi harus benar-benar menjadi produktif," ujar Nazaruddin.
Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan terus memperkuat perannya sebagai penyelenggara jaminan sosial ketenagakerjaan yang tidak hanya memberikan perlindungan ketika risiko terjadi, tetapi juga menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Sejalan dengan strategi 3C (Coverage, Care, Credibility), BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen memperluas cakupan perlindungan pekerja Indonesia, menghadirkan layanan yang semakin peduli terhadap kebutuhan peserta, serta membangun kepercayaan publik melalui kolaborasi strategis yang memberikan manfaat nyata bagi pekerja, keluarga, dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Wawan Burhanuddin, menegaskan bahwa semangat Program PEKA menjadi inspirasi dalam memperkuat perlindungan dan pemberdayaan ekonomi keluarga pekerja, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur. "Program PEKA merupakan langkah strategis BPJS Ketenagakerjaan dalam menghadirkan perlindungan yang lebih bermakna. Melalui pelatihan, pendampingan usaha, serta penguatan literasi keuangan, kami ingin memastikan ahli waris peserta memiliki kesempatan untuk bangkit, mandiri, dan mampu menciptakan sumber penghasilan baru bagi keluarganya," ujar Wawan.
Ia menambahkan bahwa pendekatan pemberdayaan seperti ini sejalan dengan upaya BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Timur melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. "Kami berharap sinergi dengan pemerintah daerah, sektor perbankan, dunia usaha, dan seluruh mitra strategis dapat terus diperkuat sehingga manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya dirasakan saat risiko terjadi, tetapi juga mampu menjadi pengungkit kemandirian ekonomi keluarga pekerja. Dengan demikian, BPJS Ketenagakerjaan hadir tidak hanya sebagai penyelenggara jaminan sosial, tetapi juga sebagai mitra dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Timur," tutur Wawan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar. Ia memberikan dukungan terhadap inisiatif BPJS Ketenagakerjaan dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga pekerja melalui Program PEKA. (rls/DW)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....