Cara Benar Membersihkan Kotoran dalam Telinga, Jangan Asal Mengorek!
- 29 Jun 2026 21:37 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, kupang - Banyak orang menganggap kotoran telinga harus dibersihkan secara rutin hingga benar-benar tidak tersisa. Akibatnya, tidak sedikit yang menggunakan cotton bud, penjepit telinga, atau benda lain untuk mengorek bagian dalam telinga.
Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat meningkatkan risiko cedera dan gangguan pendengaran.Sebenarnya, kotoran telinga atau serumen memiliki fungsi penting bagi kesehatan telinga.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara membersihkan telinga yang benar agar tetap bersih tanpa membahayakan organ pendengaran.
Serumen adalah zat alami yang diproduksi oleh kelenjar di saluran telinga. Meski sering dianggap sebagai kotoran, serumen memiliki banyak manfaat, antara lain:
- Melindungi saluran telinga dari debu dan kotoran.
- Menangkap bakteri, jamur, serta partikel asing sebelum masuk lebih dalam.
- Menjaga kelembapan kulit di dalam saluran telinga.
- Membantu mencegah infeksi.
Dalam kondisi normal, serumen akan bergerak keluar dengan sendirinya melalui gerakan rahang saat berbicara atau mengunyah.
Mengapa Tidak Boleh Terlalu Sering Mengorek Telinga?
Menggunakan cotton bud atau benda lain untuk membersihkan bagian dalam telinga justru dapat menimbulkan berbagai masalah.
Beberapa risikonya meliputi:
- Mendorong kotoran telinga semakin masuk ke dalam sehingga menyumbat saluran telinga.
- Melukai kulit halus di dalam telinga.
- Menyebabkan infeksi akibat luka kecil pada saluran telinga.
- Merusak gendang telinga jika alat masuk terlalu dalam.
- Menimbulkan nyeri, perdarahan, hingga gangguan pendengaran.
Karena itu, para tenaga kesehatan umumnya tidak menganjurkan membersihkan bagian dalam telinga menggunakan cotton bud.
Cara Benar Membersihkan Telinga
1. Bersihkan Bagian Luar Telinga Saja
Gunakan kain atau handuk bersih yang telah dibasahi air hangat untuk mengusap daun telinga dan bagian luar saluran telinga yang terlihat. Cara ini sudah cukup untuk menjaga kebersihan telinga sehari-hari.
2. Biarkan Telinga Membersihkan Diri Sendiri
Pada kebanyakan orang, serumen akan keluar secara alami. Jika tidak ada keluhan seperti telinga tersumbat atau gangguan pendengaran, biasanya tidak diperlukan tindakan khusus untuk membersihkan bagian dalam telinga.
3. Gunakan Obat Tetes Telinga Bila Diperlukan
Jika serumen mengeras dan menyebabkan sumbatan, dokter mungkin menyarankan penggunaan obat tetes telinga untuk melunakkan kotoran. Penggunaannya sebaiknya mengikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan.
4. Periksakan ke Dokter Jika Telinga Tersumbat
Apabila telinga terasa penuh, pendengaran berkurang, berdenging, atau muncul rasa nyeri, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Dokter dapat membersihkan serumen menggunakan alat khusus yang lebih aman daripada mencoba mengeluarkannya sendiri.
Penumpukan serumen dapat menimbulkan beberapa gejala, seperti:
- Pendengaran terasa berkurang.
- Telinga terasa penuh atau tersumbat.
- Telinga berdenging (tinnitus).
- Gatal di dalam telinga.
- Nyeri pada telinga.
- Pusing pada beberapa kasus.
Jika gejala tersebut muncul, jangan mencoba mengorek telinga sendiri karena dapat memperburuk kondisi.
Agar kesehatan telinga tetap terjaga, hindari beberapa kebiasaan berikut:
- Menggunakan cotton bud hingga masuk ke saluran telinga.
- Memakai jepit rambut, tusuk gigi, korek kuping logam, atau benda tajam lainnya.
- Menuangkan minyak, lilin, atau cairan lain ke telinga tanpa anjuran tenaga kesehatan.
- Membersihkan telinga terlalu sering meskipun tidak ada keluhan.
Selain membersihkan telinga dengan benar, lakukan beberapa langkah berikut:
- Jaga telinga tetap kering setelah mandi atau berenang.
- Hindari mendengarkan musik dengan volume terlalu keras menggunakan earphone.
- Gunakan pelindung telinga saat berada di lingkungan yang bising.
- Jangan memasukkan benda apa pun ke dalam saluran telinga.
- Lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami gangguan pendengaran atau nyeri telinga.
Segera periksakan telinga apabila mengalami kondisi berikut:
- Nyeri telinga yang tidak kunjung membaik.
- Keluar cairan, darah, atau nanah dari telinga.
- Pendengaran menurun secara tiba-tiba.
- Telinga terasa tersumbat selama beberapa hari.
- Berdenging terus-menerus.
- Demam disertai nyeri telinga.
Penanganan sejak dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.
Membersihkan telinga tidak harus dilakukan hingga ke bagian dalam. Serumen sebenarnya memiliki fungsi penting dalam melindungi telinga dan umumnya dapat keluar secara alami. Cara paling aman adalah membersihkan bagian luar telinga dengan kain bersih dan menghindari penggunaan cotton bud atau benda tajam untuk mengorek saluran telinga.
Jika terjadi penumpukan serumen yang menyebabkan gangguan pendengaran, rasa nyeri, atau telinga tersumbat, sebaiknya periksakan diri ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat dan aman. Dengan perawatan yang benar, kesehatan telinga dan fungsi pendengaran dapat tetap terjaga dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....