Dampak Buruk Mengonsumsi Permen dalam Jangka Waktu Lama terhadap Kesehatan Gigi

  • 29 Jun 2026 21:37 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, kupang - Permen merupakan camilan manis yang digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Rasanya yang manis dan beragam pilihan bentuk maupun rasa membuat permen sulit untuk ditolak.

Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka waktu yang lama, permen dapat memberikan dampak buruk terhadap kesehatan gigi.Kandungan gula yang tinggi pada permen menjadi salah satu penyebab utama berbagai masalah gigi dan mulut.

Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana kebiasaan mengonsumsi permen dapat memengaruhi kesehatan gigi agar kita bisa mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Mengapa Permen Berbahaya bagi Gigi?

Saat mengonsumsi permen, sisa gula akan menempel pada permukaan gigi. Bakteri alami yang hidup di dalam mulut kemudian memanfaatkan gula tersebut sebagai sumber makanan dan menghasilkan asam.

Asam inilah yang perlahan-lahan mengikis lapisan terluar gigi atau email gigi. Jika proses ini berlangsung terus-menerus tanpa perawatan yang baik, berbagai gangguan kesehatan gigi dapat muncul.

Dampak Buruk Mengonsumsi Permen dalam Jangka Panjang

1. Gigi Berlubang

Gigi berlubang merupakan dampak yang paling sering terjadi akibat konsumsi permen secara berlebihan.

Asam yang dihasilkan oleh bakteri akan merusak email gigi hingga akhirnya membentuk lubang kecil. Jika tidak segera ditangani, lubang tersebut dapat semakin besar dan mencapai bagian dalam gigi yang lebih sensitif.

2. Kerusakan Email Gigi

Email gigi berfungsi melindungi lapisan dalam gigi dari kerusakan. Konsumsi permen secara rutin dapat menyebabkan lapisan ini menipis akibat paparan asam yang terus-menerus.

Ketika email gigi rusak, gigi menjadi lebih rentan terhadap rasa ngilu, perubahan warna, dan kerusakan yang lebih serius.

3. Gigi Menjadi Sensitif

Email yang menipis membuat lapisan dentin di bawahnya lebih mudah terpapar. Akibatnya, gigi menjadi sensitif terhadap makanan atau minuman yang panas, dingin, manis, maupun asam.

Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

4. Bau Mulut

Sisa permen yang menempel pada sela-sela gigi dapat memicu pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut. Jika kebersihan mulut tidak dijaga dengan baik, napas menjadi kurang segar meskipun telah mengonsumsi permen dengan rasa mint.

5. Penumpukan Plak

Plak merupakan lapisan lengket yang terdiri dari bakteri dan sisa makanan. Gula dari permen mempercepat pembentukan plak pada permukaan gigi.

Apabila plak tidak dibersihkan secara rutin, lama-kelamaan dapat mengeras menjadi karang gigi yang sulit dihilangkan tanpa bantuan dokter gigi.

6. Radang Gusi

Penumpukan plak dan karang gigi dapat mengiritasi jaringan gusi sehingga menyebabkan peradangan atau gingivitis.

Gejala yang sering muncul antara lain:

  • Gusi mudah berdarah.
  • Gusi tampak kemerahan.
  • Gusi membengkak.
  • Timbul rasa nyeri saat menyikat gigi.

Jika tidak ditangani, radang gusi dapat berkembang menjadi penyakit gusi yang lebih serius.

7. Risiko Kehilangan Gigi

Kerusakan gigi yang berlangsung bertahun-tahun dapat menyebabkan infeksi hingga akar gigi. Pada kondisi tertentu, gigi yang sudah rusak parah mungkin tidak dapat dipertahankan dan harus dicabut.

Tidak semua permen memberikan dampak yang sama terhadap kesehatan gigi. Beberapa jenis memiliki risiko lebih tinggi, antara lain:

  • Permen keras yang dihisap dalam waktu lama karena membuat gula terus menempel pada gigi.
  • Permen lengket seperti karamel dan toffee yang sulit dibersihkan dari sela-sela gigi.
  • Permen asam yang mengandung kadar asam tinggi sehingga dapat mempercepat pengikisan email gigi.
  • Permen kunyah yang mudah menempel pada permukaan gigi.

Anda tidak harus menghindari permen sepenuhnya, tetapi konsumsilah dengan bijak. Berikut beberapa cara untuk menjaga kesehatan gigi:

  • Batasi konsumsi makanan dan minuman manis.
  • Minum air putih setelah makan permen untuk membantu membersihkan sisa gula di dalam mulut.
  • Sikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride.
  • Gunakan benang gigi untuk membersihkan sela-sela gigi.
  • Hindari mengemil permen terlalu sering sepanjang hari karena setiap kali mengonsumsi gula, bakteri kembali menghasilkan asam.
  • Periksakan kesehatan gigi ke dokter gigi secara rutin setiap enam bulan sekali.

Permen bebas gula umumnya menggunakan pemanis buatan atau pengganti gula seperti xylitol. Jenis permen ini cenderung lebih ramah terhadap kesehatan gigi karena tidak mudah difermentasi oleh bakteri penyebab gigi berlubang.

Meski demikian, permen bebas gula tetap sebaiknya dikonsumsi secukupnya dan tidak menggantikan kebiasaan menjaga kebersihan gigi.

Mengonsumsi permen dalam jangka waktu lama dan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan gigi, mulai dari gigi berlubang, kerusakan email, gigi sensitif, bau mulut, hingga penyakit gusi. Risiko tersebut akan semakin besar apabila kebersihan mulut tidak dijaga dengan baik.

Menikmati permen sesekali bukanlah masalah, tetapi membatasi konsumsi gula, menjaga kebersihan gigi, serta rutin memeriksakan kesehatan gigi ke dokter merupakan langkah penting untuk mempertahankan senyum yang sehat dan kuat hingga usia lanjut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....