Khasiat Daun Maniran: Potensi Pengobatan dan Risiko yang Wajib Diketahui

  • 28 Jun 2026 21:36 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID,Sumba - Di tengah beragamnya tanaman obat warisan leluhur yang tersebar di alam nusantara, daun maniran atau bernama ilmiah Euphorbia heterophylla menjadi salah satu yang cukup dikenal masyarakat, namun menyimpan dua sisi penting: manfaat kesehatan yang nyata sekaligus risiko keamanan yang tidak boleh diabaikan oleh siapa saja yang hendak memanfaatkannya.

Secara turun-temurun, tanaman ini diandalkan untuk meredakan demam guna menurunkan suhu tubuh saat kondisi panas ringan menyerang. Tak hanya itu, daun maniran juga sering dijadikan ramuan untuk mengatasi gangguan pencernaan, mulai dari rasa sakit perut hingga diare yang mengganggu kenyamanan aktivitas sehari-hari masyarakat.

Kandungan senyawa aktif di dalamnya memberikan sifat anti-radang sekaligus pereda nyeri yang cukup dipercaya. Hal ini membuatnya sering digunakan untuk meredakan peradangan, rasa sakit pada otot, maupun pembengkakan ringan. Selain untuk dikonsumsi, daun yang ditumbuk halus juga biasa dioleskan secara luar guna membantu mempercepat proses penyembuhan luka.

Dari sisi potensi medis yang lebih luas, sejumlah penelitian awal menunjukkan adanya kemungkinan manfaat lain, yaitu membantu menurunkan tekanan darah. Meski demikian, para ahli menegaskan bukti klinis yang kuat terkait khasiat ini masih terbatas dan belum cukup untuk menjadikannya sebagai pengobatan utama tanpa pengawasan.

Di balik segala manfaatnya, ada peringatan keras yang wajib diperhatikan: tanaman ini menghasilkan getah yang bersifat iritatif kuat. Jika terkena kulit atau selaput lendir, dapat memicu rasa gatal hebat, kemerahan, hingga iritasi. Penggunaan dengan dosis berlebihan atau cara yang tidak tepat pun berisiko menimbulkan efek racun berbahaya bagi tubuh.

Oleh karena itu, penggunaan daun maniran sebagai obat tradisional sangat tidak disarankan dilakukan sembarangan. Langkah paling bijak dan aman adalah selalu berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis atau ahli pengobatan tradisional yang berkompeten, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, maupun penderita penyakit bawaan tertentu.(YL)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....