Pembangunan Catlab RSUD Waikabubak Langkah Besar Penuhi Standar Layanan Jantung
- 28 Jun 2026 21:53 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID,Sumba - Terobosan penting demi keselamatan pasien di wilayah ini mulai diwujudkan, saat Pemerintah Kabupaten Sumba Barat secara resmi menandatangani kontrak pembangunan dan peningkatan Ruang Catlab RSUD Waikabubak pada Sabtu pagi, 27 Juni 2026, guna menyiapkan fasilitas yang layak menerima peralatan medis mutakhir dari pusat.
Perjanjian kerja senilai Rp2.629.641.000 ini ditandatangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen RSUD Waikabubak dengan Direktur CV. AASTAR selaku pelaksana pekerjaan. Pembangunan yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus ini berlangsung selama 150 hari kalender, berjalan mulai tanggal 27 Juni hingga ditargetkan tuntas sepenuhnya pada 23 November 2026 mendatang.
Proyek ini bukan sekadar perbaikan bangunan semata, melainkan persiapan matang infrastruktur untuk menampung bantuan paket peralatan lengkap—termasuk mesin operasi—yang akan diserahkan Kementerian Kesehatan RI pada rentang Oktober hingga November 2026. Standar pembangunan ditetapkan ketat agar bangunan siap pakai dan sesuai persyaratan teknis saat peralatan tersebut tiba.
Menurut PPK RSUD Waikabubak, Steven Bili, keberadaan Ruang Catlab yang memadai ini akan mengubah wajah pelayanan kesehatan di daerah, terutama untuk penanganan penyakit jantung.
Fasilitas ini juga dirancang terintegrasi dengan Ruang Perawatan Intif yang sudah ada, sehingga alur rujukan, penanganan, dan pemantauan pasien kritis menjadi lebih cepat, terpadu, dan aman. Pihak pelaksana pembangunan, CV. AASTAR, menegaskan komitmennya bekerja sesuai spesifikasi dan jadwal yang telah disepakati.
Koordinasi berkelanjutan akan dilakukan bersama manajemen rumah sakit dan Dinas Kesehatan guna memastikan tata letak, instalasi pendukung, serta kualitas konstruksi benar-benar siap mendukung pemasangan dan pengoperasian peralatan medis canggih nantinya. Langkah strategis ini menegaskan tekad Pemda Sumba Barat meningkatkan kemandirian dan kualitas layanan kesehatan spesialis di daerahnya. Dengan fasilitas yang lengkap dan memadai, masyarakat diharapkan tak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk penanganan kasus jantung dan kondisi kritis lainnya, sehingga akses pelayanan menjadi lebih dekat, cepat, dan terjangkau. (YL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....