Dosen Poltekkes Kemenkes Kupang Edukasi 1000 HPK bagi Ibu Hamil

  • 25 Jun 2026 13:49 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang – Tim dosen Poltekkes Kemenkes Kupang melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) mandiri di Puskesmas Niki-Niki, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Kegiatan tersebut mengangkat tema "1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) Membangun Generasi Bebas Stunting" dan diikuti puluhan ibu hamil yang datang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Ketua tim kegiatan, Dr. Ina Debora Ratu Ludji, SKp., M.Kes, dalam rilis yang diterima rri.co.id menyebutkan bahwa promosi kesehatan diberikan kepada ibu hamil yang datang ke Puskesmas Niki-Niki dalam rangka memperingati HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah dosen Poltekkes Kemenkes Kupang, yakni Dr. Ina Debora Ratu Ludji, Oklan B. T. Liunokas, Yane Leo Mangi, Fransiskus S. Onggang, dan Cecilia Martha Evita Asy. Selain itu, kegiatan turut didukung petugas kesehatan dari Puskesmas Niki-Niki, yaitu Bidan Koordinator Afliana J.F.I. Ngongo dan Ahli Gizi Ananda D.A.P. Benu.

Sebanyak 72 ibu hamil mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi oleh suami masing-masing. Selain menerima edukasi kesehatan, para peserta juga memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis, termasuk pemeriksaan ultrasonografi (USG).

"Kehadiran suami sebagai bentuk dukungan kepada ibu hamil dalam merawat kehamilannya selama 270 hari atau sembilan bulan agar ibu dapat melahirkan dengan selamat serta ibu dan bayi tetap sehat," demikian keterangan dalam rilis kegiatan.

Tim pengabdian menjelaskan bahwa dukungan keluarga, terutama suami, memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan ibu selama masa kehamilan hingga persalinan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung kelahiran bayi dengan berat badan lebih dari 2.500 gram dan panjang badan lebih dari 48 sentimeter.

Melalui edukasi mengenai 1000 Hari Pertama Kehidupan, para peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun atau 730 hari. Periode tersebut dinilai sebagai fase krusial dalam membentuk generasi yang sehat dan bebas stunting. (ST)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....