FDA Setujui Bahan Baru Pencegah Kerusakan Kulit
- 25 Jun 2026 12:04 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang- Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) resmi menyetujui penggunaan bemotrizinol (BEMT) sebagai bahan aktif tabir surya. Persetujuan ini menjadi yang pertama untuk bahan tabir surya baru dalam lebih dari dua dekade terakhir dan membuka peluang hadirnya produk-produk tabir surya dengan perlindungan yang lebih optimal di pasar Amerika Serikat.
Menurut natgeo, BEMT sebenarnya telah lama digunakan sebagai bahan utama dalam berbagai produk tabir surya di Eropa dan Asia selama lebih dari 20 tahun. Dengan persetujuan FDA, produsen diperkirakan mulai memasukkan bahan tersebut ke dalam lini produk mereka dalam waktu dekat, bahkan sebelum berakhirnya musim panas di Amerika Serikat.
Ahli bedah dermatologi dari Yale School of Medicine, Kathleen Suozzi, menyambut baik keputusan tersebut. Menurutnya, BEMT memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan bahan tabir surya yang saat ini beredar di pasar Amerika.
Bemotrizinol dikenal mampu memberikan perlindungan spektrum luas terhadap radiasi ultraviolet (UV) dari matahari. Perlindungan ini mencakup sinar ultraviolet B (UVB) yang dapat menyebabkan kulit terbakar dan meningkatkan risiko kanker kulit, serta ultraviolet A (UVA) yang menembus lebih dalam ke lapisan kulit dan berkontribusi terhadap penuaan dini, munculnya kerutan, bintik hitam, hingga kanker kulit.
Peneliti dermatologi dari Mayo Clinic, Saranya Wyles, menjelaskan bahwa BEMT mampu menyaring radiasi UV dalam rentang yang lebih luas dibandingkan sebagian besar bahan tabir surya yang tersedia saat ini. Selain itu, bahan ini juga lebih stabil saat terpapar sinar matahari dan dapat bertahan lebih lama di kulit.
Selain menawarkan perlindungan yang lebih baik, BEMT dinilai lebih nyaman digunakan karena teksturnya yang ringan dan berpotensi mengurangi iritasi pada kulit dibandingkan beberapa filter tabir surya generasi sebelumnya. Dalam dunia tabir surya, terdapat dua jenis filter utama, yaitu filter kimia dan filter fisik atau mineral.
Bemotrizinol termasuk dalam kategori filter kimia yang bekerja dengan menyerap radiasi UV dan mengubahnya menjadi panas yang kemudian dilepaskan dari kulit. Sementara itu, filter fisik seperti seng oksida dan titanium dioksida bekerja dengan memantulkan sinar UV dari permukaan kulit.
Meski sebagian masyarakat masih memiliki kekhawatiran terkait penyerapan bahan tabir surya kimia ke dalam tubuh, para ahli menegaskan belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa penyerapan tersebut menimbulkan dampak kesehatan yang berbahaya. Menurut Suozzi, penggunaan tabir surya kimia telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa ditemukan peningkatan risiko kesehatan yang mengkhawatirkan.
Ia menilai fakta bahwa suatu bahan dapat terdeteksi dalam aliran darah belum tentu memiliki dampak klinis yang merugikan. Persetujuan FDA terhadap bemotrizinol diharapkan dapat memperluas pilihan perlindungan kulit bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya pencegahan kanker kulit dan dampak buruk paparan sinar ultraviolet dalam jangka panjang. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....