4 Penyebab Radang Tenggorokan

  • 25 Jun 2026 11:42 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Rote - Radang tenggorokan merupakan salah satu gangguan kesehatan yang sering dialami oleh berbagai kalangan usia. Kondisi ini ditandai dengan rasa nyeri, gatal, atau tidak nyaman pada tenggorokan, terutama saat menelan.

Radang tenggorokan dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari infeksi hingga pengaruh lingkungan. Memahami penyebabnya sangat penting agar penanganan yang dilakukan menjadi lebih tepat dan efektif.

Penyebab pertama yang paling umum adalah infeksi virus. Berbagai jenis virus, seperti virus flu dan pilek, dapat menyerang saluran pernapasan bagian atas dan menyebabkan peradangan pada tenggorokan.

Radang tenggorokan akibat virus biasanya disertai gejala lain seperti hidung tersumbat, batuk, bersin, dan demam ringan. Kondisi ini umumnya dapat sembuh dengan sendirinya setelah sistem kekebalan tubuh berhasil melawan infeksi.

Penyebab kedua adalah infeksi bakteri, terutama bakteri Streptococcus pyogenes. Infeksi bakteri sering menyebabkan gejala yang lebih berat dibandingkan infeksi virus, seperti nyeri tenggorokan yang parah, demam tinggi, dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

Pada kasus tertentu, radang tenggorokan akibat bakteri memerlukan pengobatan antibiotik sesuai anjuran dokter untuk mencegah komplikasi yang lebih serius. Penyebab ketiga adalah alergi.

Paparan alergen seperti debu, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, atau jamur dapat memicu reaksi alergi yang menyebabkan iritasi dan peradangan pada tenggorokan. Selain rasa tidak nyaman di tenggorokan, penderita alergi biasanya juga mengalami gejala lain seperti bersin, mata berair, dan hidung meler.

Menghindari pemicu alergi menjadi langkah penting untuk mengurangi keluhan tersebut. Penyebab keempat adalah iritasi akibat faktor lingkungan.

Asap rokok, polusi udara, udara yang terlalu kering, serta paparan bahan kimia tertentu dapat mengiritasi jaringan tenggorokan. Iritasi yang terjadi secara terus-menerus dapat menyebabkan tenggorokan terasa sakit, kering, dan mudah meradang.

Oleh karena itu, menjaga kualitas udara dan menghindari paparan zat iritan sangat dianjurkan untuk menjaga kesehatan tenggorokan. Selain empat penyebab utama tersebut, kebiasaan tertentu juga dapat meningkatkan risiko radang tenggorokan.

Misalnya, terlalu sering mengonsumsi makanan pedas, kurang minum air putih, atau menggunakan suara secara berlebihan dalam waktu lama. Faktor-faktor ini dapat membuat tenggorokan menjadi lebih sensitif dan rentan mengalami peradangan, terutama jika kondisi tubuh sedang kurang fit.

Mengetahui penyebab radang tenggorokan dapat membantu seseorang mengambil langkah pencegahan yang tepat. Menjaga kebersihan diri, memperkuat daya tahan tubuh, menghindari paparan polusi, serta menerapkan pola hidup sehat merupakan cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko radang tenggorokan.

Jika gejala berlangsung lama atau semakin parah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....