Kanker Serviks: Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahannya

  • 25 Jun 2026 08:01 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Kanker serviks adalah jenis kanker yang menyerang leher rahim (serviks), yaitu bagian bawah dari rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Kanker ini berkembang secara perlahan dan umumnya tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.

Namun, kanker serviks dapat dicegah dan disembuhkan jika terdeteksi sejak dini.

Penyebab Kanker Serviks

Penyebab utama kanker serviks adalah infeksi virus Human Papillomavirus (HPV), terutama tipe 16 dan 18. HPV adalah virus yang dapat menular melalui hubungan seksual, dan sebagian besar wanita akan terinfeksi HPV di suatu waktu dalam hidupnya.

Meski begitu, tidak semua infeksi HPV akan menyebabkan kanker.

Faktor Risiko Kanker Serviks

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker serviks antara lain:

  • Hubungan seksual di usia muda
  • Berganti-ganti pasangan seksual
  • Infeksi menular seksual lainnya (seperti klamidia atau HIV)
  • Merokok
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Riwayat keluarga dengan kanker serviks
  • Tidak pernah melakukan skrining serviks atau pap smear

Gejala Kanker Serviks

Pada tahap awal, kanker serviks sering kali tidak menunjukkan gejala. Namun, seiring berkembangnya penyakit, gejala-gejala berikut dapat muncul:

  • Perdarahan di luar siklus menstruasi, setelah berhubungan intim, atau setelah menopause
  • Keputihan yang tidak normal (berbau menyengat atau berwarna tidak biasa)
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Nyeri panggul atau punggung bawah
  • Penurunan berat badan dan kelelahan tanpa sebab jelas
  • Pembengkakan pada kaki (jika kanker sudah menyebar)

Jika mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Diagnosis Kanker Serviks

Untuk mendiagnosis kanker serviks, dokter biasanya melakukan:

  • Tes Pap smear – untuk mendeteksi perubahan sel-sel serviks yang bisa berkembang menjadi kanker
  • Tes HPV – untuk mengetahui ada tidaknya infeksi virus HPV berisiko tinggi
  • Kolposkopi – pemeriksaan serviks dengan alat khusus untuk melihat area yang mencurigakan
  • Biopsi – pengambilan sampel jaringan untuk diperiksa di laboratorium
  • Jika kanker terdeteksi, pemeriksaan tambahan seperti MRI atau CT scan mungkin dilakukan untuk menentukan stadium kanker.

Pengobatan Kanker Serviks

Pengobatan tergantung pada stadium kanker, usia, serta kondisi kesehatan pasien secara umum. Pilihan pengobatan meliputi:

  • Operasi – untuk mengangkat jaringan kanker, sebagian serviks, atau rahim (histerektomi)
  • Radioterapi – menggunakan sinar radiasi untuk membunuh sel kanker
  • Kemoterapi – menggunakan obat-obatan untuk menghentikan pertumbuhan sel kanker
  • Terapi target atau imunoterapi – untuk kasus yang lebih lanjut atau jika kanker kambuh
  • Deteksi dini sangat menentukan tingkat kesembuhan. Kanker serviks stadium awal memiliki tingkat kesembuhan yang sangat tinggi.

Pencegahan Kanker Serviks

Berikut langkah-langkah efektif untuk mencegah kanker serviks:

1. Vaksinasi HPV

Vaksin HPV sangat efektif dalam mencegah infeksi HPV tipe penyebab kanker. Disarankan diberikan sejak usia 9–14 tahun, namun tetap bermanfaat hingga usia 26 atau bahkan lebih.

2. Pap smear dan Tes HPV secara rutin

Wanita usia 21 tahun ke atas dianjurkan melakukan pap smear secara rutin setiap 3 tahun, atau sesuai anjuran dokter.

3. Menjaga perilaku seksual sehat

Menggunakan kondom, tidak berganti-ganti pasangan, dan menghindari hubungan seksual di usia terlalu muda.

4. Berhenti merokok

Rokok dapat mempercepat kerusakan sel akibat HPV.

Kesimpulan

Kanker serviks adalah penyakit yang dapat dicegah dan bisa disembuhkan bila diketahui sejak dini. Vaksinasi HPV dan pemeriksaan rutin seperti pap smear sangat penting untuk melindungi kesehatan wanita.

Edukasi, kesadaran, dan gaya hidup sehat adalah kunci untuk mencegah kanker serviks. (OD)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....