Hari Demam Berdarah Sedunia 2026: Satu Dunia Bersatu Melawan Ancaman DBD

  • 14 Jun 2026 16:10 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Kupang - Dunia memperingati Hari Demam Berdarah Sedunia pada 15 Juni 2026 dengan mengusung tema "One World Against Dengue" . Peringatan tahunan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat global terhadap demam berdarah, yang hingga kini masih menjadi salah satu penyakit tropis terabaikan dan termasuk penyakit menular dengan penyebaran tercepat di dunia.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui website resminya @who.int menyatakan, demam berdarah merupakan infeksi virus yang disebabkan oleh virus dengue (DENV) dan ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Penyakit ini menjadi ancaman kesehatan masyarakat di berbagai negara karena tingkat penyebarannya yang terus meningkat seiring perubahan lingkungan, urbanisasi, dan mobilitas penduduk yang semakin tinggi.

WHO memperkirakan sekitar 5,6 miliar orang atau lebih dari setengah populasi dunia saat ini berada dalam risiko terinfeksi demam berdarah. Setiap tahun, jumlah kasus infeksi diperkirakan mencapai antara 100 hingga 400 juta kasus. Angka tersebut menunjukkan bahwa demam berdarah masih menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan global, terutama di negara-negara yang berada di wilayah tropis dan subtropis.

Penyakit ini umumnya ditemukan di daerah beriklim tropis dan subtropis, khususnya di kawasan perkotaan dan semi-perkotaan. Namun, WHO mencatat bahwa demam berdarah kini mulai menyebar ke wilayah beriklim sedang, sehingga memperluas area risiko penularan dan meningkatkan kebutuhan akan upaya pencegahan yang lebih luas dan terkoordinasi.

Meskipun sebagian besar infeksi dengue tidak menunjukkan gejala atau hanya menimbulkan keluhan ringan, beberapa kasus dapat berkembang menjadi demam berdarah berat yang berpotensi mengancam jiwa. Karena itu, deteksi dini dan akses cepat terhadap pelayanan kesehatan menjadi faktor penting untuk mencegah komplikasi serius serta menurunkan angka kematian akibat penyakit ini.

WHO menegaskan bahwa pencegahan dan pengendalian demam berdarah masih sangat bergantung pada pengendalian vektor, yaitu nyamuk penular penyakit. Hingga saat ini belum tersedia pengobatan khusus untuk demam berdarah maupun demam berdarah berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk terus menerapkan langkah-langkah pencegahan, seperti memberantas tempat berkembang biak nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan, guna mendukung upaya global dalam melawan demam berdarah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....