Hari Donor Darah Sedunia, Perkuat Solidaritas Kemanusiaan
- 14 Jun 2026 15:52 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang – Peringatan Hari Donor Darah Sedunia, Minggu 14 Juni 2026, mengusung tema "Satu Tetes Kemanusiaan. Donasikan Darah. Selamatkan Nyawa." Tema ini menekankan bahwa setiap donor darah merupakan wujud solidaritas, kepedulian, dan kemanusiaan yang dapat menyelamatkan nyawa orang lain.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), adanya peningkatan signifikan dalam pengumpulan darah secara global selama satu dekade terakhir. Data terbaru menunjukkan jumlah donasi darah meningkat hampir 19 persen sepanjang periode 2013 hingga 2023.
Sebagian besar peningkatan tersebut ditopang oleh donor darah sukarela yang tidak dibayar. Pada tahun 2023, lebih dari 85 persen dari sekitar 120 juta donasi darah di seluruh dunia berasal dari donor sukarela.
Meski demikian, WHO menilai akses terhadap darah dan produk darah yang aman masih belum merata di berbagai negara. Kondisi ini terutama dirasakan masyarakat di negara berpenghasilan rendah yang masih menghadapi keterbatasan pasokan darah.
Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan bahwa setiap orang berhak mendapatkan akses terhadap transfusi darah yang aman saat dibutuhkan. Ia mengapresiasi meningkatnya partisipasi donor sukarela, namun mengingatkan masih adanya kesenjangan akses berdasarkan wilayah tempat tinggal.
Laporan WHO mencatat negara berpenghasilan tinggi yang hanya mencakup 15 persen populasi dunia berhasil mengumpulkan 36 persen total donasi darah global. Sebaliknya, banyak negara berpenghasilan rendah masih menghadapi kendala pendanaan, infrastruktur, dan perekrutan donor.
Selain persoalan ketersediaan darah, WHO juga menyoroti lemahnya tata kelola dan regulasi layanan darah di sejumlah negara. Hampir sepertiga negara dilaporkan belum memiliki regulasi khusus untuk menjamin keamanan dan kualitas darah serta produk darah.
WHO mengajak masyarakat untuk terus mendukung gerakan donor darah sukarela. WHO juga mendorong pemerintah memperkuat sistem darah nasional agar akses terhadap darah yang aman dapat dinikmati seluruh masyarakat tanpa terkecuali. (JR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....