Dinkes Sumba Timur Gencarkan Sosialisasi Cegah Leptospirosis
- 12 Mei 2026 14:28 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur terus menggencarkan sosialisasi masif guna mencegah penyebaran leptospirosis di tengah masyarakat. Berbagai kanal informasi dimanfaatkan untuk meningkatkan kewaspadaan warga terhadap penyakit infeksi yang ditularkan melalui urin tikus tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, Rambu Umbu Djima saat diwawancarai RRI Kupang, Selasa, 12 Mei 2026 mengatakan, seluruh fasilitas kesehatan mulai dari rumah sakit hingga puskesmas telah disiapkan untuk menangani potensi penyebaran kasus leptospirosis.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat dilakukan secara aktif baik di dalam gedung pelayanan kesehatan, kegiatan posyandu, maupun melalui pertemuan tingkat kecamatan. “Pelaksanaan sosialisasi ini dilakukan di dalam gedung maupun di posyandu, kemudian ada pertemuan tingkat kecamatan,” ujarnya.
Selain sosialisasi tatap muka, Dinas Kesehatan juga memanfaatkan media sosial dan grup WhatsApp sebagai sarana penyebaran informasi kesehatan agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan metode calling atau pengumuman keliling di kawasan permukiman untuk mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap risiko penularan leptospirosis. “Kami juga melakukan calling keliling untuk mengingatkan masyarakat,” kata Rambu.
Ia menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri bagi warga yang beraktivitas di lingkungan berisiko, terutama saat membersihkan rumah, selokan, maupun area becek yang berpotensi tercemar. “Harus menggunakan alat pelindung diri, contohnya sepatu bot karet saat membersihkan rumah, selokan, atau lingkungan yang sedang becek,” ujarnya.
Masyarakat yang memiliki luka terbuka juga diimbau untuk menutup luka menggunakan plester tahan air sebelum melakukan aktivitas di area yang berisiko terpapar bakteri leptospira. “Kalau ada luka itu harus diplester dengan plester tahan air sebelum beraktivitas di area yang berisiko,” katanya.
Pemerintah daerah optimistis langkah edukasi secara masif dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
“Hanya dengan perilaku hidup bersih sehat dan penggunaan alat pelindung diri saja,” ujarnya, mengakhiri. (DB)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....