Dinkes Sumba Tekankan Pentingnya Kesehatan Mental Remaja

  • 09 Mei 2026 15:20 WIB
  •  Kupang

RRI.CO.ID, Sumba - Masalah kesehatan remaja di Kabupaten Sumba Barat kini menjadi perhatian serius, terutama terkait munculnya kasus anemia yang dominan menyerang remaja putri. Dinas Kesehatan melalui Puskesmas secara rutin menjalankan program skrining anemia di sekolah-sekolah untuk mendeteksi dini kekurangan sel darah merah yang dapat menghambat konsentrasi belajar.

Staf Dinkes Sumba Barat, Vincensia Lende kepada RRI, Rabu, 6 Mei 2026 mengungkapkan bahwa pola hidup yang kurang sehat dan keterbatasan nutrisi di wilayah pedesaan menjadi pemicu utama anemia. Jika tidak segera ditangani, remaja akan mengalami gejala lemah, letih, lesu, lelah, dan lunglai (5L) yang berdampak pada penurunan prestasi akademik.

Selain kesehatan fisik, kesehatan mental dan emosional remaja selama masa pubertas juga memerlukan pendampingan khusus dari orang tua dan lingkungan sekitar. Perubahan fisik yang drastis seringkali memicu kecemasan atau stres pada remaja, sehingga dibutuhkan komunikasi dua arah yang terbuka untuk menjaga stabilitas mental mereka.

Puskesmas di seluruh wilayah Sumba Barat kini telah menyediakan poli Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) yang menjamin kerahasiaan atau privasi setiap pasien. Remaja didorong untuk tidak ragu berkonsultasi mengenai masalah apapun, mulai dari kesehatan reproduksi hingga persoalan pribadi yang mengganggu keseimbangan emosi mereka.

Program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) tetap menjadi agenda wajib mingguan di sekolah-sekolah untuk mencegah dampak buruk anemia secara massal. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada pengawasan guru dan kesadaran remaja sendiri untuk mengonsumsi tablet tersebut secara rutin tanpa rasa takut akan efek samping.

Dinas Kesehatan juga menghadapi tantangan besar berupa rendahnya tingkat kehadiran remaja dalam kegiatan Posyandu Remaja di tingkat desa karena berbagai alasan. Seringkali jadwal kegiatan berbenturan dengan waktu membantu orang tua di sawah atau acara adat, sehingga sosialisasi mengenai kesehatan reproduksi menjadi kurang maksimal tersampaikan.

Melalui program "Aksi Bergizi", pemerintah berupaya menciptakan generasi emas yang sehat secara fisik dan tangguh secara mental untuk menghadapi tantangan masa depan. Orang tua diimbau untuk menjadi teladan atau role model yang baik bagi anak-anak mereka dalam menerapkan pola hidup sehat sejak dini di lingkungan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....