Attachment Style dan Pengaruhnya pada Hubungan Sosial
- 30 Apr 2026 11:26 WIB
- Kupang
RRI.CO.ID, Kupang - Pemahaman tentang pola keterikatan atau attachment style semakin mendapat perhatian dalam kajian Psikologi, terutama dalam melihat bagaimana seseorang membangun dan mempertahankan hubungan sosial. Konsep ini menjelaskan bahwa pengalaman emosional sejak dini, khususnya dengan orang tua atau pengasuh, membentuk cara individu berinteraksi dengan orang lain saat dewasa.
Istilah attachment style pertama kali diperkenalkan oleh John Bowlby, yang menyebut bahwa hubungan awal antara anak dan pengasuh menjadi fondasi utama perkembangan emosional. Teori ini kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Mary Ainsworth melalui berbagai penelitian tentang pola keterikatan anak.
Dalam praktiknya, terdapat beberapa jenis attachment style yang umum dikenal, yakni secure, anxious, dan avoidant. Individu dengan pola secure cenderung mampu membangun hubungan yang sehat dan stabil. Sementara itu, mereka yang memiliki pola anxious sering merasa khawatir akan penolakan, sedangkan tipe avoidant cenderung menjaga jarak emosional dalam hubungan.
Dampak dari pola keterikatan ini terlihat jelas dalam kehidupan sosial sehari-hari. Dalam hubungan pertemanan maupun percintaan, seseorang dengan attachment style tertentu bisa menunjukkan cara komunikasi, kepercayaan, hingga penyelesaian konflik yang berbeda-beda. Hal ini juga berpengaruh pada kualitas hubungan yang dijalani.
Dikutip dari berbagai penelitian psikologi, individu dengan pola keterikatan yang tidak aman berpotensi mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan yang harmonis. Mereka mungkin lebih rentan terhadap konflik, kesalahpahaman, hingga perasaan tidak aman dalam hubungan sosial.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa attachment style bukanlah sesuatu yang bersifat permanen. Dengan kesadaran diri, pengalaman baru, serta dukungan lingkungan, seseorang dapat mengembangkan pola keterikatan yang lebih sehat.
Pentingnya memahami attachment style diharapkan dapat membantu masyarakat membangun hubungan sosial yang lebih baik. Dengan mengenali pola diri sendiri dan orang lain, komunikasi dapat terjalin lebih efektif dan hubungan yang dibangun menjadi lebih kuat serta saling mendukung. (TT)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....